• SELAMAT DATANG DI PORTAL PEMERINTAH KOTA SEMARANG
  • BE SMART CITY : Based on E-gov, Semarang More Accountable, Realistic and the Transparent City.
  • CyGoS (Cyber Government : Semarang) - Cyber Administration, Cyber Information, Cyber Public Service, Cyber Licensing, Cyber Marketing City, Cyber Planning, etc 

Walikota Hendi Realisasikan Pembangunan Pasar Johar

 20-10-2017 20:39 WIB    by Admin    Dilihat: 466 kali Berita Kota
Setelah kebakaran yang menimpa pasar Johar tahun 2015 silam, kini salah satu icon kota Semarang tersebut siap dibangun kembali. 
 
Walikota Semarang saat menghadiri ground breaking pembangunan pasar johar baru, jumat (20/10), mengungkapkan bahwa dari proses DED dihasilkan angka sebesar 720 milyar untuk pembangunan pasar Johar. 
 
"Tetapi karena komitmen kita,  Tahun ini Pemkot melalui APBD menganggarkan 50 milyar serta akan ada sokongan dana dari Kementrian PU sebesar 240 milyar, dan 100 milyar dari Kementrian Perdagangan, " ujarnya. 
 
Bicara tentang Pasar Johar adalah bicara tentang cagar budaya yang memiliki banyak cerita.  "Selain karena kemegahannya dari dulu, pasar Johar juga merupakan pasar terbesar di asia tenggara dan menduduki masa kejayaan yang menambah cerita panjang untuk kota Semarang. Sampai pada akhirnya bulan Mei 2015 pasar Johar terbakar, " ceritanya. 
 
Terbakarnya pasar johar otomatis menjadi PR bukan hanya bagi pemerintah,  lanjutnya, melainkan juga bagi para pedagang untuk berihtiar berkomitmen agar bisa membangun kembali pasar tersebut dan beroperasi seperti sedia kala.
 
Pasca terjadinya kebakaran itupun banyak rumor yang beredar seperti Walikota yang disangka melakukan pembakaran lantaran orang nomor satu tersebut telah memperoleh dana dari investor tertentu.
 
Namun pihaknya menangkis rumor tersebut. "Jika terpilih kembali saya akan pastikan pembangunan kota akan berasal dari APBD.  Bukan karena saya disangka melakukan pembakaran,  tetapi karena tugas dan fungsi pemerintah adalah melindungi para pedagang kecil," tegasnya. 
 
Persoalan pun tak berhenti sampai disitu. Upaya pemkot dalam melakukan pembangunan kembali yang diawali dengan melakukan relokasi para pedagang ke MAJT pun tak lepas dari problematika. 
 
"Selain demo, banyak para pedagang yang saling menjatuhkan dan terkesan tidak mendukung upaya pemerintah.  Tetapi kami semakin termotivasi untuk membangun kembali pasar tersebut, " tandasnya. 
 
Namun pihaknya optimis.  Setelah dianggarkan sebesar 50 juta oleh Pemkot Semarang di tahun 2018 dan bantuan dari pusat,  tahun 2019 pembangunan akan selesai dan 2020 para pedagang bisa kembali menempati pasar tersebut. 
 
"Kami juga berkomitmen para pedagang akan berjualan dengan gratis,  tidak dipungut biaya oleh pemerintah, " tuturnya disambut tepuk tangan riuh para pedagang. 
 
Diakhir ia berpesan kepada para pedagang untuk tidak ragu terhadap pemerintah baik dari pusat, provinsi, kabupaten dan kota.
 
"insyaallah semuanya clean. Kami berkomitmen mempercepat pembangunan. saat ini dari Lsm, masyarakat, kajari, polrestabes bahkan KPK menyoroti kinerja pemerintah.  Daripada berpikiran negatif mending bersinergi dengan pemerintah agar pembangunan lebih cepat, situasi lebih baik dan hasilnya happy ending, " pungkasnya.