• SELAMAT DATANG DI PORTAL PEMERINTAH KOTA SEMARANG
  • BE SMART CITY : Based on E-gov, Semarang More Accountable, Realistic and the Transparent City.
  • CyGoS (Cyber Government : Semarang) - Cyber Administration, Cyber Information, Cyber Public Service, Cyber Licensing, Cyber Marketing City, Cyber Planning, etc 

Tekan Jumlah Penderita Kanker Serviks dan Payudara, BPJS Kesehatan Gelar Pemeriksaan IVA dan SADANIS

 25-10-2017 14:32 WIB    by Admin    Dilihat: 587 kali Berita Kota
Semarang - Untuk menekan jumlah penderita kanker serviks dan payudara di Indonesia, BPJS Kesehatan bekerja sama dengan Dharma Wanita Persatuan Kementerian Keuangan menggelar pemeriksaan IVA dan pemeriksaan payudara klinis (SADANIS). Target sasaran pemeriksaan ini adalah dengan jumlah peserta 100 pegawai atau isteri pegawai di Lingkungan Kementerian Keuangan Perwakilan Jawa Tengah
 
Asisten Deputi Bidang Perencenaan, Keuangan dan manajemen Risiko BPJS Kesehatan Wilayah Jawa Tengah dan D.I Yogyakarta, Markus Susilo, mengatakan pemeriksaan IVA merupakan bentuk deteksi dini kanker serviks yang menjadi salah satu benefit program promotif preventif dalam Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS). Sedangkan SADANIS dilakukan bersamaan dengan pemeriksaan IVA sebagai bentuk kesadaran dini atau skrining awal mencegah kanker payudara.
 
“Kegiatan seperti ini masuk dalam tiga program OASE Kabinet Kerja untuk mendukung tercapainya Nawacita Presiden Jokowi. Salah satunya adalah meningkatkan pelaksanaan pencegahan dan deteksi dini kanker pada perempuan di Indonesia tahun 2015-2019,’’ katanya saat menghadiri kegiatan pemeriksaan IVA dan SADANIS di Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan D.I Yogyakarta, Selasa (24/10) kemarin.
 
Pelaksanaan kegiatan deteksi dini melalui IVA ini merupakan salah satu upaya unggulan  untuk menekan prevalensi kanker serviks pada peserta JKN-KIS. Untuk mewujudkan hal tersebut, BPJS Kesehatan menyediakan jaminan layanan deteksi dini kanker serviks kepada seluruh perempuan usia produktif yang telah menjadi peserta JKN-KIS baik di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama untuk pemeriksaan IVA Test atau Laboratorium yang bekerjasama untuk pemeriksaan Papsmear.
 
“Layanan pemeriksaan IVA/Papsmear ini dapat dijamin oleh BPJS Kesehatan, sehingga peserta JKN-KIS tidak perlu khawatir dengan biayanya. Jika setelah diperiksa dan peserta memerlukan penanganan lebih lanjut, maka akan dirujuk sesuai dengan prosedur dan ketentuan yang berlaku. Sebagai informasi, kanker serviks tidak menimbulkan gejala dan sulit terdeteksi pada stadium awal, oleh karena itu sebaiknya lakukan skrining kesehatan melalui layanan kesehatan deteksi dini yang disediakan BPJS Kesehatan” ungkapnya.
 
Dia menjelaskan kanker serviks umumnya baru terdeteksi ketika sudah stadium lanjut, di mana proses pengobatan yang harus dilakukan menjadi lebih sulit dan biaya pengobatannya pun menjadi lebih mahal. Namun dibandingkan dengan jenis kanker lainnya, kanker serviks sebetulnya paling mudah dicegah dan dideteksi. Caranya dengan melakukan deteksi dini dan pemberian vaksinasi.
 
Oleh karena itu, dihimbau kepada seluruh peserta JKN-KIS untuk melakukan deteksi dini di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) atau sarana penunjang lain yang bekerjasama dengan BPJS Kesehatan. Pemeriksaan IVA/Papsmear merupakan metode pemeriksaan sederhana yang memiliki tingkat akurasi tinggi, aman serta nyaman bagi pasien.
 
 
Ketua Dharma Wanita Persatuan Kementerian Keuangan, Sri Mudiarti Ludiro, dalam sambutannya menyampaikan apresiasinya terhadap kegiatan pemeriksaan IVA dan SADANIS. Dia mengajak seluruh perempuan di Indonesia khususnya di Lingkungan Kementerian Keuangan untuk turut serta mendukung kegiatan deteksi dini kanker serviks dan kanker payudara. “ Angka penderita kanker serviks dan payudara di Indonesia cukup tinggi, jadi mari bersama-sama kita tekan dengan memeriksakan diri kita melalui IVA/Papsmear dan SADANIS,’’ ajaknya.