• SELAMAT DATANG DI PORTAL PEMERINTAH KOTA SEMARANG
  • BE SMART CITY : Based on E-gov, Semarang More Accountable, Realistic and the Transparent City.
  • CyGoS (Cyber Government : Semarang) - Cyber Administration, Cyber Information, Cyber Public Service, Cyber Licensing, Cyber Marketing City, Cyber Planning, etc 

Hendi Antusias Seruput Kopi Olahan Anak Muda Semarang

 31-10-2017 10:43 WIB    by Admin    Dilihat: 281 kali Berita Kota
Bila bicara tentang perkembangan industri Kopi di Indonesia, peran Kota Semarang tak dapat dikesampingkan. Pasalnya di kota yang lebih dikenal karena kuliner lumpianya ini, terdapat banyak pemain industri pengolahan biji kopi yang banyak digunakan oleh kedai-kedai kopi di seluruh Indonesia. Salah satunya yang terbesar dari Semarang bisa jadi adalah produk kopi kemasan Kopi Luwak.

Namun di sisi lain, geliat bisnis industri pengolahan biji kopi di Kota Semarang tak hanya ada di tangan pengusaha-pengusaha besar saja. Sebuah industri rumahan pengolahan biji kopi lahir dari tangan Agung Kurniawan, seorang anak muda di Kota Semarang dengan merek KnK Coffee, yang diritisnya sejak empat tahun lalu. 

Tak main-main, kini dirinya telah mampu membawahi 6 orang karyawan serta membina 2 petani kopi di daerah Temanggung dan Gunung Kelir Ambawara. Produk KnK Kopi rintisan Agung pun kini telah digunakan oleh lebih dari 60 kedai kopi baik di Kota Semarang maupun luar Kota Semarang. Dan perkembangan bisnis Agung itu pun terdengar sampai ke telinga Walikota Semarang, Hendrar Prihadi.

Senin (30/10), Walikota Semarang yang akrab disapa Hendi tersebut mendatangi KnK Kopi di jalan Dewi Sartika nomor 5, Gunung Pati,Semarang, untuk mengobrol dengan Agung sambil menyeruput Kopi olahannya. Hendi tampak sesekali mengacungkan jempolnya kepada Agung untuk mengapresiasi rasa kopi olahannya, serta usaha yang dirintisnya.

Agung sendiri mengaku sangat senang tempat usahanya didatangi oleh Hendi. "Yang pasti saya senang sekali, perhatian seperti inilah yang saya yakin akan lebih menggairahkan teman-teman yang merintis industri kopi di Kota Semarang", jelas Agung. "Kendala mengelola bisnis sendiri sebenarnya hampir tidak ada, paling hanya pasokan ketersediaan biji kopi yang musiman", lanjutnya.

Hendi sendiri mengatakan jika kedatangannya saat itu ke KnK kopi untuk mendorong terjadinya ekosistem bisnis rintisan anak muda di Kota Semarang yang lebih baik. Hendi mencontohkan ketika pariwisata Kota Semarang berkembang, lalu kedai-kedai kopi pengunjungnya semakin banyak, jangan sampai pemasok kopinya justru dari luar Semarang.

"Disaat pemerintah membuka akses sebanyak-banyaknya dari dan menuju Kota Semarang, jangan sampai justru bisnis-bisnis anak muda di Kota Semarang ini justru terpenetrasi oleh pihak luar", tegas Hendi sembari menyeruput kopinya. "Maka KnK kopi ini menarik, untuk menjadi contoh anak muda Kota Semarang yang telah berhasil melakukan penetrasi bisnis keluar, tidak berkutat hanya di market Kota Semarang saja", tutur Hendi sembari menyeruput kopinya.
"Jadi ini keren menurut saya, dan saya yakin mas Agung dan KnK Kopi tidak tunggal, masih banyak anak muda lain di Kota Semarang yang saling menginspirasi satu sama lain, dan akan kita akan dukung betul ini", optimisnya.