• SELAMAT DATANG DI PORTAL PEMERINTAH KOTA SEMARANG
  • BE SMART CITY : Based on E-gov, Semarang More Accountable, Realistic and the Transparent City.
  • CyGoS (Cyber Government : Semarang) - Cyber Administration, Cyber Information, Cyber Public Service, Cyber Licensing, Cyber Marketing City, Cyber Planning, etc 

Mbak Ita Tinjau Banjir di Mangkang

 23-11-2017 14:29 WIB    by Admin    Dilihat: 782 kali Berita Kota

Semarang – Menyusul bencana banjir di daerah Mangkang. Wakil Walikota Semarang, Hevearita Gunaryanti meninjau lokasi pada Kamis pagi (23/11).  Banjir yang melanda pada rabu petang tersebut terjadi karena meluapnya sungai Beringin akibat hujan deras yang  turun seharian.

Sejak Rabu malam pemerintah kota sudah bergerak cepat mengirimkan sand back langsung ke lokasi banjir. Talud yang jebol diketahui sepanjang 10 meter karena luapan air, dan juga akibat ada penumpukan sampah di jembatan.

Wakil walikota dalam keterangan persnya bersama pihak BBWS (Balai Besar Wilayah Sungai) Semarang dari lokasi bencana langsung menginstruksikan tindakan dan bantuan yang urgent harus segera dilakukan di lokasi. Selain itu mbak Ita  juga menambahkan bahwa BBWS akan berkoordinasi dengan gubernur dan walikota untuk segera melakukan normalisasi kondisi sungai dan sekitarnya.

“Sekali lagi masyarakat dimohon kesadarannya agar tidak membuang sampah di sungai, tidak hanya di Beringin, kemarin di kanal timur banjir juga karena sampah”, himbau mbak Ita.

Mbak Ita juga menjelaskan tentang wilayah sungai yang merupakan wilayah interland karena perlu penanganan terpadu melibatkan tidak hanya Pemerintah kota Semarang, tapi juga Ungaran, Kab. Semarang dan Kendal.


“Perlu sekiranya diagendakan pertemuan khusus dengan beberapa kabupaten sekitar Semarang yang dilalui sungai Beringin untuk membicarakan masalah ini”, Imbuh Mbak Ita.

Kabid Operasi dan Pemeliharaan BBWS Pemali-Juana, Untoro Kurniawan yang ikut mendampingi Wakil Walikota menjelaskan bahwa untuk infrastruktur sungai Beringin setidaknya akan dipertahankan kapasitasnya atau meningkatkannya agar tidak terjadi luapan. “Pengelolaan sungai tidak bisa per ruas tapi terintegrasi dari hulu sampai hilir, ada keterpaduan antara masyarakat hulu dan hilir”, lanjut Untoro.

Mbak Ita  ikut menambahkan untuk program normalisasi daerah sungai, pihak pemerintah Kota beserta Gubernur akan mendukung agar ketersediaan dana dari pusat dan ketersediaan lahan bisa diproses lebih cepat.