• SELAMAT DATANG DI PORTAL PEMERINTAH KOTA SEMARANG
  • BE SMART CITY : Based on E-gov, Semarang More Accountable, Realistic and the Transparent City.
  • CyGoS (Cyber Government : Semarang) - Cyber Administration, Cyber Information, Cyber Public Service, Cyber Licensing, Cyber Marketing City, Cyber Planning, etc 

Revitalisasi Kota Lama, Merawat Warisan Budaya

 29-11-2017 14:05 WIB    by Admin    Dilihat: 578 kali Berita Kota
Semarang – Kawasan Kota lama Semarang saat ini sudah menjadi kawasan yang tertata dan terus berbenah untuk menjadi landmark kota Semarang. Pemerintah kota Semarang sendiri  sudah berupaya mengelola dan merevitalisasi kawasan tersebut. Dalam rangka membahas pengelolaan kota lama, Selasa (28/11) melalui Inew TV diadakan dialog interaktif di gedung Pusat  Informasi Publik dengan mengundang anggota dewan penasihat BPK2L (Badan Pengelola Kawasan Kota Lama), M. Farchan dan Kasubid. Perencanaan Penataan Ruang, Pertanahan dan Lingkungan Hidup Bappeda Kota Semarang,  Ismet Adipradana.

Menurut M. Farchan  pedoman penataan kota lama dimulai dari  keluarnya Perda no 8 tahun 2003 yang merupakan guidance bagi konsep penataannya. Untuk mengembalikan  jiwa kota lama atau merevitalisasinya selain persoalan infra struktur juga bagaimana menumbuhkan minat masyarakat untuk mengunjungi kota lama.  “Sebagai generator pertama kota lama kami memilih gereja Blenduk, kita perbaiki infra strukurnya berupa taman, karena dengan taman ini tempat berkumpulnya warga dalam rangka beraktifitas di kota lama hingga akhirnya seperti sekarang” Jelas Farchan.

Sementara Ismet Adipradana melihat bahwa memang infra struktur adalah  kunci untuk menata Kota Lama, mengingat pada awalnya kawasan tersebut mengalami degradasi lingkungan seperi rob, banjir dan berbagai masalah sosial. “Ketika kami dari pemerintah kota Semarang ini bahu membahu untuk memulai membenahi infra sturktur sebagai langkah pertama, alhamduillah kemudian para stake holders Kota Lama ini mulai bangkit,” tambah Ismet.

Ditambahkan lagi oleh ismet bahwa memang tugas pemerintah kota menyediakan lingkungan yang baik terlebih dahulu baru kemudia sektor swasta dan lainnya mengambil peran merawat atau berinvestasi di Kota Lama.  Mengingat jumlah bangunan di Kota Lama seluruhnya 245 bangunan terdiri dari milik perorangan 177 bangunan dan milik perusahaan 68 bangunan. Perlu pendekatan secara persuasif untuk meumbuhkan para pemilik bangunan untuk ikut serta mengembangkan Kota Lama.

Farchan menambahkan bahwa bangunan yang masuk kategori cagar budaya ada 105, bahkan sudah masuk tentatif  list UNESCO sebagai warisan budaya. “Ini tidak mudah, pemerintah berkewajiban mempertahankan Kota Lama minimal seperti yang dulu,”  tambah Farchan.

Farchan juga menyinggung bahwa Sebagai bentuk komitmen pemerintah terhadap revitalisasi kota Lama, berbagai event  kota Semarang sudah menggunakan Kawasan Kota Lama sebagai venue untuk lebih menarik partisipasi masyarakat.

Ismet juga menyebutkan bahwa kawasan inti Kota Lama adalah seluas 31 hektar  yang didukung oleh kawasan penyangga. Pengendalian banjir pun terkait dengan sistem barat, tengah dan timur Kota Semarang.
Dari dialog interaktif tersebut bisa ditarik benang merah tentang Pengelolaan kota Lama melibatkan banyak hal yang terkait, dari sistem drainase, manajemen banjir Kota Semarang, Infra Struktur, anggaran pemerintah, sektor swasta dan investasi, komunikasi dan publikasi kepada masyarakat luas.