• SELAMAT DATANG DI PORTAL PEMERINTAH KOTA SEMARANG
  • BE SMART CITY : Based on E-gov, Semarang More Accountable, Realistic and the Transparent City.
  • CyGoS (Cyber Government : Semarang) - Cyber Administration, Cyber Information, Cyber Public Service, Cyber Licensing, Cyber Marketing City, Cyber Planning, etc 

Antisipasi Badai Cempaka, Walikota Hendi Kosongkan Sejumlah Sungai di Semarang

 29-11-2017 18:06 WIB    by Admin    Dilihat: 563 kali Berita Kota
Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memantau adanya badai siklon tropis Cempaka 96S di Selatan Jawa, yang mengakibatkan wilayah Jawa akan terjadi intensitas hujan yang sangat lebat dengan durasi yang lama selama tiga hari. 
 
Dan salah satu daerah yang terkena dampak dari badai siklon tropis Cempaka tersebut adalah Kota Semarang yang merupakan Ibu Kota Jawa Tengah. Hal ini setidaknya terlihat pada  hari Selasa (28/11), di Kota Semarang terjadi hujan deras dengan durasi yang sangat lama, hampir seharian penuh. Akibatnya terjadi genangan pada sejumlah titik di Kota Semarang.
 
Bergerak cepat, siang Rabu (29/11), Walikota Semarang, Hendrar Prihadi mengecek kesiapan sejumlah kali (sungai) yang ada di Kota Semarang. Walikota Semarang yang akrab disapa Hendi tersebut ingin memastikan saat hujan belum turun, sungai-sungai tersebut dalam posisi kosong atau kering.
 
"Kemarin saya minta untuk sungai-sungai di Semarang ini dikosongkan ketika tidak dalam kondisi hujan, hal ini agar nanti ketika ada air hujan dengan volume yang sangat besar bisa langsung tertampung di sungai-sungai yang ada di Kota Semarang", tutur Hendi saat mengecek sungai yang melintas di Kampung Kali, Kota Semarang, Rabu (29/11)
 
"Dari hasil koreksi kita kemarin, dengan adanya hujan deras yang durasi sangat lama itu, air hujan ini harus mengantri untuk bisa mengalir ke sungai-sungai yang ada di Kota Semarang, karena volumenya besar maka terjadilah genangan, walaupun tidak lama kemudian surut, tapi ini menjadi perhatian penting", tambahnya.
 
Secara detail, Hendi menjelaskan pengeringan sungai tersebut dilakukan melalui penyedotan air dengan 11 pompa besar yang ada di Kota Semarang. 11 pompa tersebut adalah pompa yang berada pada wilayaha Bulu Drain, Semarang Indah, Madukoro, Kali Semarang, Kalibaru, Kol. Sugiyono, Kandang Kebo, Berok, Kartini, dan Kampung Kali.
 
Selain mengecek sejumlah aliran sungai di Kota Semarang, Hendi juga melakukan tinjauan di sejumlah project infrastruktur di Kota Semarang untuk memastikan project-project tersebut dapat diselesaikan tepat waktu. Diantaranya adalah pengerjaan lapangan di Sport Center Tri Lomba Juang.
 
Di sana Hendi menegaskan optimis bila seluruh proyek infrastruktur di Kota Semarang dapat diselesaikan tepat waktu. "Salah satunya kita lihat di Tri Lomba Juang ini yang progresnya sudah mencapai 84%, dengan tenggat waktu pengerjaan masih ada dua minggu sampai 16 Desember 2017", tuturnya sembari berjalan mengelilingi lintasan lari Tri Lomba Juang.
 
Hendi juga menegaskan bahwa peningkatan infrastruktur di lapangan olahraga Tri Lomba Juang tersebut menjadi penting untuk kemajuan Kota Semarang. Hal ini karena selain berfungsi sebagai fasilitas olahraga, lapangan tersebut juga akan difungsikan sebagai lapangan rekreasi. "Tadi sudah saya komunikasikan juga untuk bisa ditambah sarana permainan anak-anak pada area ini di tahun depan yang dapat digunakan masyarakat secara gratis", tegasnya.  
 
Terkait hal tersebut Hendi juga menjelaskan akan menyempurkan pembangunan Sport Center Tri Lomba Juang dengan anggaran sebesar 8 milyar. Anggara tersebut akan dipergunakan untuk menambah sejumlah fasilitas seperti menambah tribun penonton serta mempercantik sarana olahraga terpadu yang berada di jalan Tri Lomba Juang tersebut.