• SELAMAT DATANG DI PORTAL PEMERINTAH KOTA SEMARANG
  • BE SMART CITY : Based on E-gov, Semarang More Accountable, Realistic and the Transparent City.
  • CyGoS (Cyber Government : Semarang) - Cyber Administration, Cyber Information, Cyber Public Service, Cyber Licensing, Cyber Marketing City, Cyber Planning, etc 

Tiap 6 Jam Satu Orang Terindikasi Kanker Payudara, MbaK Tia Himbau Ibu-Ibu Berperilaku Sehat

 04-12-2017 15:04 WIB    by Admin    Dilihat: 370 kali Berita Kota
Semarang -  Berkaitan dengan hari Kanker Se-Dunia pada bulan Oktober lalu, bertempat di gedung Balaikota Semarang diselenggarakan Seminar dan Talkshow Mencegah Kanker Payudara sekaligus Sosialisasi UHC (Univrsal Healthy Coverage) pada Senin (04/12). Kegiatan yang difasilitasi oleh Pemerintah Kota Semarang ini diikuti oleh para undangan yang meliputi staff putri OPD Semarang, Ketua Organisasi Wanita Se-Kota Semarang, Ketua dan TPPKK Kota Semarang, Ka TP PKK Kecamatan Se-Kota Semarang, Ka TP PKK Keluranan se-Kota Semarang, Pokja IV TPPKK Kecamatan se-Kota Semarang beserta pihak sponsor.

Acara  yang juga dihadiri oleh Wali Kota Semarang Hendar Prihadi ini mengundang dua narasumber utama yaitu, dr. Randhita, SpB (RSUD Wongsonegoro) dan dr. Widoyono, MPH (Kepala Dinas Kesehatan Kota Semarang). Pada kesempatan ini Krisseptiana Hendar Prihadi sebagai Ketua TP PKK Kota Semarang dalam sambutannya menghimbau kepada para ibu untuk lebih memperhatikan kesehatan, jangan sampai lupa atau terabaikan. Krisseptiana mencontohkan Ibu yang habis melahirkan pasti sedang tercurah perhatiannya untuk buah hati tetapi terhadap dirinya sendiri justru terabaikan kesehatannya. “Setiap 6 jam satu orang terindikasi kena kanker payudara,” demikian Krisseptiana mengingatkan.

Mbak Tia sapaan akrab istri Wali Kota ini menjelaskan tingginya angka kematian yang disebabkan oleh Kanker Payudara. “Periksalah payudara sendiri sebagai preventif pertama, jika ada sedikit benjolan silahkan ke klinik atau rumah sakit terdekat,” tambah Mbak Tia.

Lebih lanjut Mbak Tia mensosialisasikan UHC kepada para peserta seminar. “Seluruh masyarakat kota Semarang dicover kesehatannya,” imbuh Mbak Tia.

Mbak Tia menerangkan lebih detail bagi yang harus rawat inap, selama bersedia di kelas III biaya gratis di rumah sakit pemerintah mau pun swasta. “Mengingat program UHC ini masih baru, sekiranya ada hambatan-hambatan segera laporkan kepada dinas kesehatan,” lanjut Mbak Tia.

Kegiatan seminar kanker payudara dan sosialisasi UHC  ini secara umum bermaksud untuk meningkatkan kesadaran ibu-bu dalam menjaga kesehatan, menambah wawasan ibu-ibu tentang kanker payudara dengan hidup sehat, berperilaku sehat serta mengkonsumsi makanan sehat.