• SELAMAT DATANG DI PORTAL PEMERINTAH KOTA SEMARANG
  • BE SMART CITY : Based on E-gov, Semarang More Accountable, Realistic and the Transparent City.
  • CyGoS (Cyber Government : Semarang) - Cyber Administration, Cyber Information, Cyber Public Service, Cyber Licensing, Cyber Marketing City, Cyber Planning, etc 

Penganugerahan PPAT - BPHTB Award 2017 Semarang Pertama di Indonesia

 12-12-2017 17:03 WIB    by Admin    Dilihat: 397 kali Berita Kota
Semarang - Pajak Bea Perolehan Hak Atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) menjadi salah satu sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Semarang dari 11 Sektor Pajak. Hal ini lantaran mampu melebihi target pendapatan yang dicanangkan Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) kota Semarang senilai 320 Miliar rupiah.

Kepala Bapenda Kota Semarang Yudi Mardiana saat ditemui dalam acara penghargaan bagi Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT) di Crown Hotel, Senin (11/12/2017) malam menyebutkan saat ini perolehan penarikan pajak di Sektor BPHTB mencapai 16 Miliar rupiah dan diprediksi akan terus naik hingg akhir bulan nanti.
 
Menurutnya PAD dari sektor Pajak PBB dan BPHTB sangat penting lantaran satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan. Perolehan pajak disektor ini dapat meningkat lantaran kordinasi dengan Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT) sangat baik disertai dengan menggeliatnya investasi jual beli tanah di Kota Semarang.


“Penurunan karena kordinasi dengan PPAT, kita permudah verifikasi, pelayanan kita layani terbaik, dan ternyata dampak sangat luas investasi jual beli tanah menggeliat di semarang. BPHTB merupakan penyumpang PAD kota semarang sebanyak 28 persen dari 11 jenis pajak. Saat ini BPHTB menjadi primadona mengalahkan PBB, meskipun PBB juga targetnya tercapai, namun untuk kenaikannya tidak seperti BPHTB,”katanya.
 
Adapun daftar  Penerima Penganugerahan PPAT dan BPHTB Award tahun 2017 Yaitu
 PPAT Terbaik
1.    Sri ratnaningsih hardjo Mulio
2.    tuti Wardhany
3.    tuti Iswandar
 Penilaian Pengembang Perumahan
1.    Pt.Ciputra Inti Pratama
2.    pt.Graha Padma Internusa
3.    Pt.karyadeka Alam Lestari
 Penilaian Wajib Pajak BPHTB
1.    Pt.Dirga Surya
2.    Harsono enggalhardjo
3.    Pt.Setia Sempana Seribumi
 
 
Sementara itu, Wakil Walikota Semarang Hevearita Gunaryati Rahayu dalam kesempatan yang sama menyebutkan, kerjasama yang baik telah ditunjukan antaran Ikatan Pejabat Pembuat Akta Tanah (IPPAT), sehingga mampu meningkatkan pendapatan pajak BPHTB. Apalagi di tahun 2018 akan melauncing Elektronik BPHTB yang memudahkan masyarakat dan lebih transparan karena melalui sistem online.
 
Penarikan pajak melalui sistem mobil keliling pun diharapkan Wakil Walikota Semarang itu dapat dioptimalkan lantaran saat ini sudah memiliki mobil pemungut pajak yang dianggap kurang optimal.
 
“Kami mengapresiasi kinerja IPPAT yang dapat bersinergi dengan baik. Ditahun 2018 kita akan dilauncing e BPHTB sehingga memudahkan tidak perlu ke Balaikota cukup dirumah, dan ini juga mengajak lebih jujur lagi, adanya e BPHTB ini bisa lebih transparan. Smeoga bisa lebih naik signifikan lagi PAD nya,”jelas Ita sapaan akrab Wakil Walikota Semarang ini.
 
Pajak Bea Perolehan Hak Atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) di Kota Semarang berhasil melampaui target yang dibebankan senilai 320 Miliar rupiah.

Perolehan ini tidak lepas dari kerjasama yang baik antaran PPAT dan peningkatan Pelayanan yang diberikan Badan Pendapatan Daerah (Bapenda).