• SELAMAT DATANG DI PORTAL PEMERINTAH KOTA SEMARANG
  • BE SMART CITY : Based on E-gov, Semarang More Accountable, Realistic and the Transparent City.
  • CyGoS (Cyber Government : Semarang) - Cyber Administration, Cyber Information, Cyber Public Service, Cyber Licensing, Cyber Marketing City, Cyber Planning, etc 

SLICE 2017, Kental Nuansa Budaya dan Pariwisata Indonesia

 20-12-2017 14:15 WIB    by Admin    Dilihat: 439 kali Berita Kota
Semarang –  Ajang Semarang LIA International Competition anad Exhibition (SLICE) 2017 digelar pada hari Minggu (17/12) diikuti sekitar 600 peserta, 40 diantaranya dari luar negeri. Kegiatan ini berlangsung di Grand Marina Taman Maerokoco Kota Semarang dibuka oleh Riwut Muji Rahayu (Kementrian Pariwisata) bersama dengan beberapa pihak terkait yang hadir diantaranya Kepala Dinas Pendidikan Kota Semarang, Bunyamin, Direktur LB LIA, Selestin Zainuddin dan Ketua Yayasan LIA, Hendarji Supanji. Kegiatan ini menjadi bagian dari program Pemerintah Kota Semarang dalam mengembangkan agenda budaya melalui kegiatan pariwisata dengan pendidikan sebagai unsur pendukung. Tema pada kegiatan SLICE 2017 kali ini adalah The Wondeful Indonesia.

Dalam sambutannya Riwut Muji Rahayu menyebutkan bahwa SLICE 2017 adalah event pendidikan yang bisa membantu promosi pariwisata Indonesia ke kancah internasional. “Anak-anak yang kreatif perlu mendapatkan porsi lebih di dalam pengembangan SDM di Indonesia,” lanjut Riwut Muji Rahayu sebagai wujud kompetensi yang memerlukan karakter, hospitality dan kolaborasi yang bagus agar bisa bersaing di kancah internsional.

Seperti telah diketahui, event 2017 ini adalah yang kedua kali diselenggarakan oleh LIA dengan peningkatan lomba selain bahasa Inggris juga lomba bahasa Indonesia yang diikuti 40 orang warga negara asing dari 22 negara. Diharapkan para peserta asing ini akan dapat mempromosikan pariwisata Indonesia nantinya di negara masing-masing. Kegiatan ini diikuti siswa 39 cabang LIA dari 18 provinsi mulai dari siswa SD, SMP, SMA, Universitas termasuk mahasiswa program MIPA bahasa Indonesia untuk penutur asing. Yayasan LIA melalui kegiatan ini sangat mendukung program Wonderful Indonesia yang mempromosikan daerah-daerah wisata di Indonesia.

Dalam keterangan pers nya, Hendarji Supanji memberikan penjelasan rangkaian kegiatan SLICE 2017 yang bernuansa budaya dan pariwisata. Lebih lanjut Hendarji mengungkapkan target di tahun 2019 bersama Wali Kota Semarang mengundang semua negara dalam acara Foklor Festival kesenian rakyat di kota Semarang. “Jadi ini adalah langkah awal, dan semoga pariwisata Indonesia lebih khusus lagi Semarang semakin maju juga mampu memberikan kesejahteraan bagi masyarakat setempat,” ungkap Hendarji.