• SELAMAT DATANG DI PORTAL PEMERINTAH KOTA SEMARANG
  • BE SMART CITY : Based on E-gov, Semarang More Accountable, Realistic and the Transparent City.
  • CyGoS (Cyber Government : Semarang) - Cyber Administration, Cyber Information, Cyber Public Service, Cyber Licensing, Cyber Marketing City, Cyber Planning, etc 

Anak Muda Zaman Now, Pintar, Peduli, Berintegritas

 18-01-2018 13:45 WIB    by Admin    Dilihat: 311 kali Berita Kota
“Semaksimal mungkin kita harus berbuat baik,” ujar Walikota Semarang, Hendrar Prihadi saat memberikan pernyataan di depan siswa-siswi SMP N 36 Semarang. Suasana dialog yang akrab dibangun oleh Walikota Semarang yang aktif bersosial media ini sebagai bentuk kepduliannya terhadap dunia pendidikan di Kota Semarang. Melalui Roadshow rutin ke sekolah-sekolah, Wali kota yang sering disapa Hendi ini menempatkan dirinya sebagai sosok yang sangat dekat dengan generasi muda dan pelajar di Kota Semarang.  Acara yang berlangsung Kamis pagi (18/1) juga dihadiri oleh Kepala Dinas Pendidikan kota Semarang, Bunyamin beserta segenap guru, pengurus OSIS dan siswa kelas 9 sekolah yang beralamat di Jalan Plampitan 35 kota Semarang tersebut.
Kepala sekolah SMP N 36, Aminah Kurniasih memberikan sambutan dengan memaparkan sekilas kegiatan belajar mengajar di lingkungan sekolah serta sangat antusias menyambut kehadiran Wali Kota di Sekolah.  Aminah mengutarakan dengan jumlah pengajar 47 dan jumlah murid 847, semua saling bergotong-royong mencapai prestasi.

Hendi mendorong siswa-siswi kelas 9 agar dalam persiapan ujian untuk tetap fokus tapi jangan stress menghadapinya. “Dibawa santai aja, jangan stress,” kata Hendi kepada  siswa-siswi peserta dialog.

Untuk memberi pacuan prestasi, Hendi menyebutkan jika pemerintah kota Semarang menganggarkan  rata-rata 3 sampai 5 milliar per tahun untuk memberikan penghargaan kepada murid-murid berprestasi dari berbagai jenjang pendidikan. “Anak muda zaman now, hari ini harus terus belajar,” lanjut Hendi memberikan motivasi.

Hendi mengembalikan motivasi belajar dengan melihat keluarga dan orang tua.  “Kita harus bisa lebih dari orang tua kita,” tegas Hendi agar semua tekad dan usaha demi keluarga dan orang tua. Selain itu Hendi menekankan pentingnya menjadi pintar sekaligus peduli. “Banyak yang sudah belajar di luar negeri setelah lulus tidak mau kembali ke Indonesia,” kata Hendi mencontohkan kasus pemuda pintar tapi tidak peduli kepada bangsanya.

Pada kesempatan ini Hendi juga memandang perlunya anak muda tidak mudah percaya dan menyebarkan berita-berita hoax melalui sosial media. Sebagaimana diketahui sosial media sekarang ini sangat akrab digunakan oleh generasi muda. Oleh karena itu, Hendi tidak berhenti menghimbau ke anak-anak muda agar bisa memilah mana berita benar dan mana berita fitnah atau hoax.

Saran Hendi kepada generasi muda selain pintar akademis, non akademis, punya kepedulian juga harus mempunyai integritas. Menurut Hendi di dunia kerja, integritas harus dijaga karena hanya orang yang punya intergritas, peduli dan pintar yang akan memenangkan persaingan.