• SELAMAT DATANG DI PORTAL PEMERINTAH KOTA SEMARANG
  • BE SMART CITY : Based on E-gov, Semarang More Accountable, Realistic and the Transparent City.
  • CyGoS (Cyber Government : Semarang) - Cyber Administration, Cyber Information, Cyber Public Service, Cyber Licensing, Cyber Marketing City, Cyber Planning, etc 

Ganjar: Berkompetisi Bukan Untuk Saling Mematikan Tapi Belajar Sejauh Mana Memahami Ilmu

 26-01-2018 17:31 WIB    by Admin    Dilihat: 319 kali Berita Kota
Semarang – Dunia Pendidikan mempunyai peran yang sangat krusial bagi berlangsungnya regenerasi dan transfer nilai sosial dan budaya sebuah masyarakt. Sejak zaman dahulu pendidikan merupakan salah satu bentuk kesinambungan sebuah peradaban untuk bertahan dan berkembang dalam konstelasi sejarah panjang umat manusia. Sebagai sebuah institusi pendidikan yang memiliki sejarah dan nama besar di Indonesia, Al-Azhar telah memberikan banyak kontribusi bagi kualitas sumber daya manusia yang mampu berkarya positif bagi bangsa dan negara. Pada hari Jum’at pagi (26/1), bertempat di SMA Islam Al-Azhar 14 Semarang berlangsung acara peresmian Gedung SMA  Al-Azhar sekaligus juga pembukaan Olimpiade Sains Al-Azhar (OSA) dan Unjuk Kreasi Al-Azhar (UKA).

Acara berlangsung di SMA Al-Azhar 14 yang berlamat di Jl. Klentengsari, Pedalangan, Banyumanik, dihadiri oleh Wakil Walikota, Heaverita Gunaryanti yang mewakili Walikota Hendrar Prihadi, Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, Pembina Yayasan Bimatama, Fuad Bawazier, Ketua Umum YPI Al-Azhar, Sobirin serta beberapa pejabat pemkot Semarang, dan pemprov Jawa Tengah. Pada kesempatan ini Wakil Walikota membacakan sambutan dari Walikota Semarang mengucapkan selamat datang kepada seluruh peserta Olimpiade Sains Al-Azhar dan Unjuk Kreasi Al-Azhar. “Anak tidak hanya sekedar pintar tapi juga mempunyai value,” kata Wakil walikota membacakan sambutan Walikota. Secara umum Walikota di akhir sambutannya menekankan jika pelajar zaman now harus juga memilik partisipasi aktif terhadap lingkungan sekitarnya.

 Sementara itu Pembina Yayasan Binatama, Fuad Bawazier memberikan laporan jika  peresmian gedung  SMA dan kegiatan OSA dan UKA dijadikan satu acaranya. “Kegiatan OSA dan UKA ini yang ke 10 tapi pertama diselenggarakan di luar Jakarta, jadi kepercayaan datang pada Semarang dengan peserta 1500 murid, pendampingnya 150 guru,” kata Fuad Bawazier. Fuad juga menekankan jika kegiatan ini adalah untuk meningkatkan mutu sekolah-sekolah Al-Azhar sekaligus untuk persiapan jika ada olimpiade tingkat nasional dan internasional. Selain hal tersebut Fuad juga mengatakan jika dukungan dari pemerintah kota dan provinsi sangat besar terhadap pertumbuhan sekolah-sekolah Al-Azhar.

Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo menilai para pelajar di Al-Azahar adalah para pelajar pilihan karena mereka akan mendapatkan 3 kemampuan sekaligus yaitu intelektualitas, emosional yang baik dan spiritualitas yang bagus. Dengan kemampuan tersebut menurut Ganjar, anak-anak muda akan tidak mudah diprovokasi, tidak mudah percaya berita hoax dan memiliki sikap cerdas dan moderat. “Ciptakan suasana yang menyenangkan, ciptakan suasana yang membuat anak-anak rindu gurunya di sekolah.” Himbau Ganjar kepada para pengajar.

 Ganjar menekankan agar guru mengajarkan kebenaran, kecintaaan menghindarkan kebencian agar anak-anak senang. “Hari ini pendidikan sudah berdasar dialog yang interkarif dan saya yakin Al-Azhar sudah menuju ke sana,” sanbung Ganjar,

Di akhir sambutan Ganjar memberikan motivasi jika lomba itu biasa saja bukan ajang berkompetisi untuk saling mematikan tapi saling belajar untuk menunjukkan sampai jarak tempuh mana sudah memahami ilmu. Peresmian gedung dan pembukaan acara ditandai secara simbolik oleh Ganjar dengan penandatanganan prasasti, pemukulan gong dan pengguntingan pita.