• SELAMAT DATANG DI PORTAL PEMERINTAH KOTA SEMARANG
  • BE SMART CITY : Based on E-gov, Semarang More Accountable, Realistic and the Transparent City.
  • CyGoS (Cyber Government : Semarang) - Cyber Administration, Cyber Information, Cyber Public Service, Cyber Licensing, Cyber Marketing City, Cyber Planning, etc 

Relokasi PKL Barito Menuju “Barito Baru”

 03-02-2018 17:46 WIB    by Admin    Dilihat: 322 kali Berita Kota
Semarang – Komitmen Pemerintah Kota Semarang untuk bertindak lebih cepat dalam mengatasi banjir di kota Semarang salah satunya adalah normalisasi kanal banjir timur. Konsekuensi normalisasi kanal banjir timur tentunya adalah adanya relokasi hunian di bantaran kanal banjir timur dan segala aktifitas ekonomi di sepanjang bantaran. Ground Breaking Kanal Banjir Timur memang telah dilaksanakan pada tanggal 5 januari lalu, sementara pada hari Jumat (02/02) ini dilaksanakan apel boyongan PKL (Pedagang Kaki Lima)Barito, Kel. Rejosari ke Pasar Klithikan.

Acara dihadiri oleh Wakil Walikota Semarang, Hevearita Gunaryanti mewakili Walikota Hendrar Prihadi. Beserta beberapa pejabat terkait, apel dikasanakan di Kelurahan Rejosari kecamatan Semarang Timur. Dalam sambutan yang dibacakan Hevearita atau akrab disapa mbak Ita, Walikota Hendrar Prihadi menyebutkan jika proyek normalisasi kanal banjir timur bukan sesuatu yang mudah terkait fakta lapangan ada 2401 PKL di bantaran sungai banjir kanal timur sepanjang 14,6 km yang harus diperhatikan. Di wilayah Rejosari sendiri tercatat 263 PKL yang akan segera direlokasi ke pasar Klithikan Penggaron. Walikota sangat mengapresiasi kebesaran hati dan keikhlasan para PKL yang siap direlokasi tanpa adanya keributan atau perselisihan. Pemerintah Kota Semarang akan terus mendapimpingi program relokasi ini hingga usaha PKL bisa berkelanjutan dan normal kembali di tempat yang baru.

Dalam wawancara terpisah, mbak Ita menghimbau agar kondisi tempat baru relokasi PKL Barito segera diperbaiki infrasturkturnya, agar PKL lebih nyaman menempatinya. Mbak Ita menambahkan agar perlunya rebranding, pasar klithikan dengan sebutan ‘Barito Baru’.

Sementara dari pihak PKL sendiri sudah menyatakan untuk siap menempati pasar Klithikan sebagai tempat baru dalam menjalankan usaha. “Disini lebih permanen daripada waktu di Barito yang tidak permanen,” kata Suparjo salah satu PKL.

Kepala Dinas Perdagangan Kota Semarang, Fajar Purwoto dalam keterangannya akan segera menambah beberapa shelter lagi untuk menampung para pedagang. Selain itu kondisi tempat yang ada sekarang akan lebih dirapikan dan dibersihkan agar lebih layak digunakan. Saat ini proses pembangunan shelter bertahap terus dilakukan seiring proses relokasi yang dilakukan bertahap hingga seluruh PKL di bantaran sudah bisa dipindahkan. Komunikasi intens terus dilakukan antara perwakilan PKL dengan dinas perdagangan agar keinginan para pedagang bisa terakomodir dengan baik.

Kepala BBWS Pemali Juana, Subhan Pujianto menilai dengan solusi relokasi masalah PKL akan mempercepat pelaksanaan proyek normalisasi kanal banjir Semarang Timur. Proyek ini rencananya akan diselesaikan hingga tanggal 16 Desember 2019. Dengan kondisi sosial yang kondusif, Subhan akan berusaha agar proyek bisa selesai sebelum 16 Desember 2019. Subhan mengharapkan semua pihak yang terkait bisa bersama-sama menjaga kawasan kanal banjir timur dan diharapkan nantinya Semarang yang lebih indah bisa segera terwujud.

Sementara itu prosesi boyongan ditandai dengan pemecahan kendi oleh mbak Ita, kemudian rombongan bersama-sama menuju tempat yang baru. ‘Barito Baru’ yang kemudian nanti menjadi shelter baru bagi PKL diresmikan secara simbolis dengan pengguntingan pita oleh mbak Ita.