• SELAMAT DATANG DI PORTAL PEMERINTAH KOTA SEMARANG
  • BE SMART CITY : Based on E-gov, Semarang More Accountable, Realistic and the Transparent City.
  • CyGoS (Cyber Government : Semarang) - Cyber Administration, Cyber Information, Cyber Public Service, Cyber Licensing, Cyber Marketing City, Cyber Planning, etc 

Meriahkan Imlek, Pasar Imlek Semawis Digelar

 11-02-2018 19:32 WIB    by Admin    Dilihat: 419 kali Berita Kota
Agenda tahunan khas Kota Semarang Pasar Imlek Semawis akan segera digelar. Acara yang diinisiasi oleh komunitas pecinan dalam rangka menyambut Imlek Cia Gwee 2569 ini akan dilaksanakan selama 3 hari mulai 12-14 Februari 2018 di kawasan Pecinan Semarang.

Guna menghindari kemacetan arus lalu lintas Dinas Perhubungan Kota Semarang bersama Satlantas Polrestabes Semarang akan melakukan simulasi pengalihan arus lalu lintas. Dari Jalan Beteng akan dialihkan ke Wotgandul Barat mulai pukul 15.00 s/d 24.00 WIB. Selain itu disediakan pula jalur alternative melalui jalan inspeksi dari Jalan wotgandul Barat ke Sebandaran hingga Jalan Pekojan atau jalan gang warung.
 
Dalam acara tersebut akan disajikan jamuan tok Panjang. Filosofi utama Imlek adalah perayaan rasa syukur telah melewati musim dingin yang panjang dan sengsara dan menyambut datangnya musim semi (chun chiu) dengan makan malam bersama keluarga besar di sebuah meja yang sangat panjang. Reunion Dinner bersama keluarga di malam Tahun Baru inilah inti dari perayaan Imlek.


Hidangan yang disajikan bisa bervariasi, tapi biasanya harus ada ikan. Dalam bahasa
Mandarin ikan disebut ‘yu’, yang juga punya arti ‘berlimpah’. Makanya ada
pepatah ‘nian nian you yu’, tiap tahun ada keberlimpahan.

Dalam hidangan Tok Panjang kali ini akan ada hidangan istimewa sebagai pembuka, yaitu salad ikan atau disebut juga dengan Yu Sheng.
 
Yu sheng adalah hidangan pembuka saat Imlek. Isinya bisa bermacam sayuran, tapi
yang utama adalah wortel, mentimun, lobak, jahe, yang diiris panjang-panjang
kecil, jahe putih dan merah, manisan kulit jeruk, Jeruk Bali, Talas, Jamur
Enoki, Daun Ketumbar, manisan buah Kundur, Melon, kulit Pangsit goreng atau
Kentang goreng, biji Wijen dan Kacang Tanah cincang. Bahan yang masing-masing
mengandung rasa yang beragam. Daging ikan yang dipakai sebelumnya bisa sudah
direndam dalam campuran minyak wijen, minyak goreng, dan merica. Saus dibuat
campuran minyak (minyak goreng dan minyak wijen) dengan tambahan saus buah
prem, gula pasir, dan bubuk kayu manis.
 
Yang spesial lagi di Imlek kali ini adalah Nasi Goreng Jamblang. Dalam Tok Panjang
kali ini akan disajikan nasi goreng yang dibungkus daun jati. Nasi gorengnya
terasa sedap ditambah aroma khas serta warna kemerahan daun jati. Daun jati
adalah salah satu kearifan lokal yang sudah mulai dilupakan. Daun jati dulu
digunakan untuk pembungkus nasi atau daging dan hingga hari ini masih digunakan
untuk mewarnai nangka muda sehingga gudeg bewarna merah kecoklatan. Daun jati
mengandung zat anthocyanin alami.
 
Guna meramaikan PIS ini disediakan juga Produk Unggulan khas Pecinan yang sudah
tersohor seperti kecap Mirama, kwaci Gadjah, pia Bayi, lunpia, manisan, obat
tradisional china, hiasan rumah kertas, perngrajin batu serta menghadirkan Ecobricks
sebuah gerakan komunitas sadar lingkungan akan mengajarkan, mendidik,
mengenalkan, memprkatekkan bagaimana mengelola plastik di lingkungan dengan
gampang, murah dan efektif.