• SELAMAT DATANG DI PORTAL PEMERINTAH KOTA SEMARANG
  • BE SMART CITY : Based on E-gov, Semarang More Accountable, Realistic and the Transparent City.
  • CyGoS (Cyber Government : Semarang) - Cyber Administration, Cyber Information, Cyber Public Service, Cyber Licensing, Cyber Marketing City, Cyber Planning, etc 

Wali Kota Hendi Ajak Warga Bergerak Bersama Bantu Korban Banjir

 15-02-2018 17:19 WIB    by Admin    Dilihat: 170 kali Berita Kota
Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi memberikan apresiasi kepada warga kota Semarang khususnya untuk sejumlah organisasi kemasyarakatan. Pasalnya kerukunan antar warga yang sering digembar-gemborkan benar-benar terjadi.

Buktinya Kamis (15/2) organisasi yang terdiri dari Perserikatan Organisasi Indonesia Tionghoa (Porinti), Perpit, dan Fuqing memberikan bantuan kepada warga Genuk
dan Mangkang yang mengalami musibah banjir beberapa waktu lalu.

Bantuan berupa sembako seperti mie instan, telur, air minum, minyak goreng, serta bantuan dana tersebut diserahkan melalui Wali Kota Semarang dan Dinas Sosial untuk dapat dibagikan
kepada warga korban banjir. Menurut Wali Kota Semarang yang dilakukan organisasi warga Tionghoa itu lebih dari sekedar
nilai sosial. “Yang terlihat adalah sebuah solidaritas, kepedulian, dan saling memiliki sebagai warga Kota Semarang dengan memberikan bantuan tanpa melihat
ras, ágama, dan Budaya,” ujarnya di kantor Walikota.

Ketua Porinti, Setiawan Santoso menyebutkan bahwa bantuan tersebut diperoleh dari galangan dana warga keturunan Tionghoa untuk meringankan beban sebagian warga
Kota Semarang yang terkena banjir.

“Selama 2 hari kami memperoleh dana sebesar 100 juta, dan kami berikan berupa sembako dan 20 jutanya berbentuk uang guna keperluan dapur umum dan lain-lain. Upaya kami
ini tidak ada muatan apapun. Kami hanya berniat berbagi dengan warga Semarang yang membutuhkan,” tuturnya.

Terkait banjir yang menimpa di sebagian wilayah Semarang, Walikota mengungkapkan bahwa pihaknya telah mengupayakan penyediaan pompa. “Untuk di Genuk yang bisa kami
upayakan saat ini baru pompa saja karena sistem penanganan banjir memang belum selesai. Rencananya sistem penanganan banjir berupa pompa berkapasitas besar
dan polder di wilayah tersebut akan selesai pada April 2019 mendatang,” pungkasnya.