• SELAMAT DATANG DI PORTAL PEMERINTAH KOTA SEMARANG
  • BE SMART CITY : Based on E-gov, Semarang More Accountable, Realistic and the Transparent City.
  • CyGoS (Cyber Government : Semarang) - Cyber Administration, Cyber Information, Cyber Public Service, Cyber Licensing, Cyber Marketing City, Cyber Planning, etc 

Workshop UNESCO, Menjaga Warisan Kota Lama

 27-02-2018 08:11 WIB    by Admin    Dilihat: 298 kali Berita Kota
Semarang - National Workshop on Harmonizing Coordination to Implement Disaster Risk Reduction (DRR) Strategy in the Heritage City of Kota Lama Semarang telah berlangsung pada Senin (26/2) di Gedung Oudetrap Semarang.

Kegiatan ini dihadiri oleh Wakil Walikota Semarang Hevearita, Ketua Harian Komisi Nasional Indonesia UNESCO Arief Rachman, Kepala Unit Budaya UNESCO Jakarta Moe Chiba, Universitas Katolik Soegijapranata (Unika) serta Badan Pengelola Kawasan Kota Lama (BPK2L).

Kegiatan workshop ini merupakan laporan lanjutan dari kegiatan penelitian pengembangan strategi pengurangan risiko bencana kota untuk Kota Lama Semarang, yang dilakukan oleh 4 dosen dari Unika; Bernadeta Tyas, Yustina Trihoni, Yulita Titik dan Ardiyanto.

Dalam sambutannya, Mbak Ita sapaan akrab Wakil Walikota Semarang mengatakan, “Kota Lama tidak hanya menjadi perhatian UNESCO tentang kebudayaan, tetapi Kementrian PUPR juga memperhatikan pembangunan yang pada tahun 2018 ini memberikan bantuan sebesar 156M untuk perbaikan struktur di Kota Lama, yang diharapkan dapat meminimalisir resiko bencana di Kota Lama.”

Beliau berharap dengan adanya kegiatan workshop ini, pemerintah mendapatkan masukan sehingga Kota Lama bisa menjadi warisan dunia, world heritage city 2020.

Pada kesempatan lain, Arief Rachman mengungkapan bila pembangunan jangan tidak pakai penelitian supaya tidak ada yang kurang. Beliau juga mengatakan jika kegiatan workshop ini baik karena untuk melihat apa yang harus diperbaiki.

“Nanti ada penilai yang datang ke Semarang untuk melihat kekuatan sejarah, kekuatan kebudayaan dan kekuatan pemerintah mendukung pembangunan. Dan yang perlu dipersiapkan adalah informasi data penelitian, karena itu dasar pembangunan, jangan salah strategi,” ujar Arief.