• SELAMAT DATANG DI PORTAL PEMERINTAH KOTA SEMARANG
  • BE SMART CITY : Based on E-gov, Semarang More Accountable, Realistic and the Transparent City.
  • CyGoS (Cyber Government : Semarang) - Cyber Administration, Cyber Information, Cyber Public Service, Cyber Licensing, Cyber Marketing City, Cyber Planning, etc 

Komisi A Dorong Keterbukaan Informasi Publik

 16-03-2018 11:05 WIB    by Admin    Dilihat: 272 kali Berita Kota


 
SEMARANG – Komisi A DPRD Kota Semarang terus mendorong agar Pemkot terus meningkatkan keterbukaan informasi publik. Hal ini dilakukan agar publik, khususnya masyarakat semakin mengerti dan paham tentang pelayanan publik yang diberikan oleh Pemkot Semarang.
 
Untuk itu Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID) di lingkungan Kota Semarang diminta terus berupaya meningkatkan kapasitas dan kapabilitas dalam melaksanakan tugas dan fungsinya sebagai pranata kehumasan. Permintaan ini disampaikan Ketua Komisi A DPRD Kota Semarang Meidiana Kuswara.
 
Saat ditemui usai menjadi narasumber pada Sosialisasi Pengeleloaan PPID, Meidiana Kuswara mengaku agak terkejut ketika mendapat informasi Semarang menempati posisi kesembilan dari 35 kabupaten/kota se-Jateng terkait pengelolaan informasi publik. “Saya kira ini menjadi tantangan bagi kita semua untuk terus meningkatkan keterbukaan informasi publik,” ujar Meidiana Kuswara.
Secara umum keterbukaan informasi publik di Kota Semarang, menurut Meidiana Kuswara sebenarnya sudah bagus. Publik sudah mengerti tentang pelayanan yang diberikan Pemkot pada masyarakat. Namun ternyata informasi itu belum bisa menjangkau seluruh lapisan masyarakat sehingga masih ada beberapa catatan.
 
Politisi asal PDI Perjuangan ini mencontohkan soal pelayanan PDAM Tirta Moedal khusus untuk masyarakat berpenghasilan rendah atau MBR. Program ini merupakan hal yang bagus, karena PDAM memberikan diskon pemasangan sambung baru bagi pelanggan pada momen HUT Kota Semarang dan HUT Kemerdekaan RI.
 
“Hanya saja masih ada beberapa masyarakat yang semapt datang ke kami, setelah kami cek ke PDAM memang ada program tersebut, hanya kurang tersosialisasikan dengan baik, dan ini saya kira menjadi tugas PPID,” katanya. Sementara itu anggota Komisi A DPRD Kota Semarang Johan Rifai menambahkan Semarang sudah memiliki Perda No 16 Tahun 2016 tentang Pelayanan Publik.
Aturan ini menurut Johan Rifai menjadi acuan untuk memberikan pelayanan pada masyarakat. “Tinggal melaksanakan saja, kami saat menyusun Perda ini tentu sudah melakukan kajian dengan para ahli, kalau dilaksanakan dengan baik tentu akan meningkatkan kepuasan publik akan pelayanan Pemkot,” katanya.
   
Saat ini peringkat Semarang terkait informasi publik berada di nomer 9 dibawah Kabupaten Batang dan Kota Magelang. Hal ini terjadi karena yang menjadi salah satu acuan adalah survai kepuasan konsumen terhadap pelayanan publik. “Setiap tahun diadakan survai tentang kepuasan konsumen terhadap pelayanan yang diberikan, ini yang harus diperhatikan,” ujar Johan Rifai.
Selain pelayanan publik di PDAM Tirta Moedal Kota Semarang, pelayanan perijinan seperti Keterangan Rencana Kota atau KRK dan Ijin Mendirikan Bangunan (IMB) juga menjadi salah satu catatan yang harus diperhatikan. Perijinan tersebut menjadi salah satu tolak ukur keberhasilan pelayanan publik.
 
“Masyarakat yang mengajukan KRK dan IMB setiap hari selalu ada, namun proses penyelesaiannya yang tidak jelas membuat publik prihatin,” terangnya. Sebelumnya ada juga yang menyoroti pengajuan ijin usaha seperti SIUP dan TDP yang sempat memakan waktu cukup lama.
“Namun sekarang sudah berjalan sesuai dengan SOP, artinya ijin sudah jadi sesuai dengan standar waktu yang ditetapkan,” tandas Johan Rifai. Jajaran Organsiasi Perangkat Daerah atau OPD di lingkungan Kota Semarang bisa mencontoh langkah-langkah yang dilakukan oleh DPRD Kota Semarang.
Salah satunya adalah dengan menerapkan aplikasi E-Sarapan atau saran, aspirasi dan harapan pada DPRD Kota Semarang. Melalui aplikasi ini masyarakat bisa menyampaikan keluhan atau apapun pada dewan. Inovasi terbaru ini telah diluncurkan oleh DPRD Kota Semarang beberapa waktu lalu dan bisa didownload oleh masyarakat.
 
Aplikasi E-Sarapan atau saran, aspirasi dan harapan pada dewan yang bisa dilakukan melalui aplikasi elektronik yakni menggunakan ponsel pintar berbasis android atau IOS. “Peluncuran E-Sarapan ini dilakukan oleh Ketua DPRD Kota Semarang Supriyadi beberapa waktu lalu, dan hasilnya kini masyarakat dengan leluasa bisa berkomunikasi dengan dewan,” ujar Johan Rifai.
Aplikasi E-Sarapan ini merupakan salah satu saluran komunikasi antara dewan selaku wakil rakyat dengan masyarakat Semarang. Selama ini aspirasi yang disampaikan masyarakat ke dewan bisa melalui beberapa saluran. Mulai dari reses yang dilaksanakan setahun tiga kali, ketemu langsung dewan atau melalui surat.
Namun seiring dengan tingginya mobilitas masyarakat, tidak semua masyarakat bisa menghadiri reses atau ketemu langsung dengan wakil rakyat. "Melalui E-Sarapan ini masyarakat bisa menyampaikan aspirasi, saran dan harapan pada dewan, semua masukan ini akan kami tindaklanjuti dan kita kawal," ujar politisi asal PKS ini.
Dia menjelaskan, aplikasi E-Sarapan ini memudahkan masyarakat dalam menyampaikan aspirasi pada dewan. "Kita membuka komunikasi yang seluas-luas dengan masyarakat, silahkan sampaikan aspirasi pada kami, tentu akan kita tindaklanjuti," katanya. Melalui aplikasi ini masyarakat juga bisa memantau sampai sejauh mana aspirasi yang disampaikan ini ditindaklanjuti oleh Pemkot Semarang.
 
Mekanismenya, menurut Johan Rifai mirip lapor Hendi yang dikirim melalui SMS. Kalau E-Sarapan tidak hanya soal aspirasi atau permasalahan yang ada di masyarakat, tapi juga usulan kegiatan pembangunan, harapan akan kota ini dan lain sebagainya. "Jadi mari kita sama-sama membangun kota ini agar semakin baik dan berprestasi," tandas Johan Rifai.
Johan Rifai menambahkan aplikasi E-Sarapan ini telah mampu menjadi jawaban bagi masyarakat yang ingin menyampaikan aspirasi namun terkendala oleh kesibukan sehingga tidak bisa langsung ketemu dengan dewan. "Kalau melalui sistem elektronik ini masyarakat dengan mudah bisa menyampaikan saran, aspirasi dan harapan dengan mudah," katanya.