• SELAMAT DATANG DI PORTAL PEMERINTAH KOTA SEMARANG
  • BE SMART CITY : Based on E-gov, Semarang More Accountable, Realistic and the Transparent City.
  • CyGoS (Cyber Government : Semarang) - Cyber Administration, Cyber Information, Cyber Public Service, Cyber Licensing, Cyber Marketing City, Cyber Planning, etc 

Panti Wilasa Dr.Cipto Bangun Gedung 5 Lantai, Walikota Hendi Berharap IPM Semarang Semakin Meningkat

 26-03-2018 07:46 WIB    by Admin    Dilihat: 291 kali Berita Kota
Indek Pembangunan Manusia (IPM) di Kota Semarang saat ini telah meningkat pesat. Hal itu diungkapkan Walikota Semarang saat menghadiri Ground Breaking Tiang Pancang Pembangunan Gedung 5 Lantai RS. Pantiwilasa Dr.Cipto Jl. Dr. Cipto No.50 Semarang, Jumat (23/3).

IPM adalah sebuah pengukuran bagaimana penduduk dapat mengakses hasil pembangunan dalam memperoleh pendapatan, kesehatan, pendidikan. IPM merupakan indikator penting untuk mengukur keberhasilan dalam upaya membangun kualitas hidup masyarakat sehingga dapat menentukan peringkat atau level pembangunan suatu wilayah atau negara.

Walikota Semarang Hendrar Prihadi mengakui sebelumnya IPM Kota Semarang berada di bawah IPM kota-kota besar lain seperti Bandung dan Surabaya.

 “Tercatat pada tahun 2011, IPM Kota Semarang memang hanya sebesar 77.58, di bawah IPM Kota Surabaya yang sebesar 77.62, dan Bandung 78.12. Ibaratnya rasionya itu 1 kamar rumah sakit untuk 200 penduduk. Merupakan jumlah yang jauh dari konsep pelayanan masyarakat,” terangnya.

Namun saat ini tercatat pada tahun 2016 IPM Kota Semarang telah dapat kita dorong bersama menjadi 81.19, yang mana angka tersebut jauh di atas IPM Kota Surabaya 80.83, dan Bandung dengan IPM sebesar 80.13.

Hal itu sejalan dengan perencanaan pembangunan gedung 5 lantai Rumah sakit Pantiwilasa “Dr. Cipto” tersebut. “Hendaknya keberadaan Pantiwilasa dan rumah sakit swasta lainnya di Kota Semarang dapat lebih aktif lagi dengan menyediakan pelayanan kesehatan kelas 3 kaitannya dengan pelaksanaan jaminan kesehatan Universal Health Coverage atau UHC,” ujarnya.

Menurutnya sektor pelayanan kesehatan dan pendidikan adalah sektor utama yang harus dikembangkan untuk langkah pembangunan yang mendasar.

“Kalau tidak sehat tentu tidak bisa membangun kota Semarang. Kalau sehat namun tidak memperoleh pendidikan kita juga akan ketinggalan dengan kemajuan wilayah lain. Untuk itu kami berupaya menggandeng swasta atau kelompok-kelompok di luar pemerintah untuk bergerak bersama melakukan percepatan pembangunan khususnya di bidang kesehatan dan pendidikan,” tambahnya.

Sementara dari pihak Rumah Sakit, Daniel W. Herminto menyebutkan bahwa Rumah Sakit Pantiwilasa “Dr. Cipto” rumah sakit milik Yayasan Kristen untuk Kesehatan Umum di Semarang akan memulai pembangunan gedung 5 lantai seluas 4.600 m2 di atas lahan seluas 1.109 m2.

“Dengan penambahan gedung 5 lantai tersebut nantinya Rumah Sakit Pantiwilasa Dr Cipto ini akan memiliki 84 tempat tidur baru khusus kelas 3, instalasi kamar operasi baru, dan instalasi penunjang baru yaitu ruang genset serta instalasi pengolah limbah cair,” terangnya.

Selama ini melalui program UHC jumlah pasien Rumah Sakit Pantiwilasa Dr. Cipto meningkat pesat. Kunjungan rawat jalan sekitar 800 pasien per hari, dan sekitar 40 pasien baru yang dirawat di ruang perawatan. Pihaknya berharap dalam beberapa waktu mendatang Rumah Sakit Pantiwilasa Dr. Cipto mampu memberikan pelayanan kesehatan yang lebih nyaman bagi masyarakat Kota Semarang.