• SELAMAT DATANG DI PORTAL PEMERINTAH KOTA SEMARANG
  • BE SMART CITY : Based on E-gov, Semarang More Accountable, Realistic and the Transparent City.
  • CyGoS (Cyber Government : Semarang) - Cyber Administration, Cyber Information, Cyber Public Service, Cyber Licensing, Cyber Marketing City, Cyber Planning, etc 

BP2KL Akan Serahkan Dokumen Kota Lama Semarang ke Unesco September Mendatang

 29-03-2018 08:00 WIB    by Admin    Dilihat: 326 kali Berita Kota
Pemkot Semarang melalui Badan Pengelola Kawasan Kota Lama (BPK2L) Semarang saat ini masih melakukan pengumpulan dokumen arsip sejarah Kawasan Kota Lama. Rencananya, BPK2L akan menyerahkan draf dokumen Kota Lama ke Unesco pada September mendatang.

Dokumen tersebut sebagai kelengkapan persyaratan Kota Lama Semarang sebagai warisan budaya dunia atau World Heritage yang ditargetkan pada 2020 mendatang.

"Sekarang draf itu sedang kami susu dan insyaallah September kami kirim ke Unesco, kemudian nanti November finalnya kami kirimkan ke sana," kata Ketua BPK2L Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu, Selasa (27/3/2018).

Dalam penyusunan draf dokumen Kota Lama nantinya, wanita yang akrab disapa Ita itu mengungkapkan, nantinya akan ada perubahan dozzier. Jika dulunya dozzier Kota Lama merupaka jalur rempah-rempah, nantinya akan diubah menjadi kosmopolitan dalam perdagangan dan jasa.

"Semua tim masih berproses. Pada saat sekarang ini semua bersama-sama mensupport Kota Lama. Wali Kota juga support, supaya semua bisa tertata dengan baik," ucap Ita yang juga Wakil Wali Kota Semarang itu.

Ita menyatakan, penyusunan dokumen ditargetkan akan rampung pada bulan September dan draf dokumen akan langsung dikirimkan ke Unesco. Dokumen yang diserahkan ke Unesco nantinya berisi tentang jejak rekam cerita sejarah Kawasan Kota Lama yang otentik.  

Ita menyebutkan, terkait lamanya waktu yang dibutuhkan karena penyusunan dokumen Kota Lama harus dikaitkan dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Semarang.

"Kalau nanti tidak berkaitan dengan RPJMD, kita pembangunannya juga tidak akan bisa menyentuh ke sana. Unesco juga berpikirnya kan ke depan, tidak hanya sekarang," paparnya.

Ita menyatakan, jumlah dokumen tersebut bisa mencapai ratusan bahkan hingga ribuan data karena nantinya menerangkan satu per satu sejarah bangunan dan sejarah kondisi kota lama secara keseluruhan.

Contohnya, Gedung Oudetrap yang sekarang dikelola oleh Pemkot Semarang. Disebutkan, gedung tersebut dulunya milik siapa, dibangun tahun berapa dan dipakai untuk apa.

"Nah sekarang ini sedang kami gali sejarah gedung-gedung di Kota Lama. Nanti mungkin sekitar bulan April, akan datang ahli dari Belanda untuk mensupport juga," terangnya. 

Ita tidak mau terburu-buru dalam mengirimkan dokumen ke Unesco. Ia ingin memastikan dokumen yang dikirim nantinya sudah lengkap, tidak mengira-ngira berapa jumlah fisik bangunan yang memiliki histori sejarah.

Karenanya, Ita memerintahkan kepada pengurus BPK2L Semarang dalam penyusunan dokumen Kota Lama, untuk menginventarisir secara detil bangunan yang bersejarah.

Untuk menyusun dokumen sejarah Kawasan Kota Lama ini, Ita menerangkan, melibatkan berbagai pihak yang masuk dalam beberapa tim selain BP2KL Semarang. Tidak hanya itu saja, penyusunan juga dibantu Unesco dan beberapa ahli sejarah dari negara lain.

"Tidak bisa seketika selesai. Jadi ini harus ada ahli ini datang. Unesco kan kemarin sudah FGD, ini lebih memperluas lagi, membantu kita. Sekitar bulan Mei nanti akan diadakan seminar lagi oleh Unesco di Kota Lama, ada tim dari Belanda juga," jelasnya.

Terkait pembangunan infrastruktur yang terdiri dari jalan dan sistem drainase, saat ini masih dikerjakan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). Pembangunan tersebut bakal rampung akhir Desember 2018 nanti.

Hanya saja, Ita menambahkan, proses pembebasan Kawasan Kota Lama dari gangguan berbagai kabel seperti kabel listrik, kabel telepon dan lainnnya memang sempat menghadapi kendala.

"Sebab, pengerjaan pemasangan ducting dilakukan secara hati-hati agar tidak merusak originalitas dan situs-situs yang memiliki makna sejarah," tandasnya.