• SELAMAT DATANG DI PORTAL PEMERINTAH KOTA SEMARANG
  • BE SMART CITY : Based on E-gov, Semarang More Accountable, Realistic and the Transparent City.
  • CyGoS (Cyber Government : Semarang) - Cyber Administration, Cyber Information, Cyber Public Service, Cyber Licensing, Cyber Marketing City, Cyber Planning, etc 

Tinjomoyo dan Taman Lele Bakal Disulap

 09-04-2018 08:58 WIB    by Admin    Dilihat: 416 kali Berita Kota

SEMARANG – Kawasan Hutan Wisata Tinjomoyo dan Taman Lele Kota Semarang menjadi dua tempat wisata yang bakal disulap oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang. Kedua tempat wisata yang sebelumnya terkesan mangkrak tersebut akan dikelola dengan konsep baru dengan menggandeng pihak ketiga, yakni PT Indocitra Interwisata. 

Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi telah menandatangani Memorandum Of Understanding (MOU) yang dilakukan di Ruang Pertemuan VIP Balaikota Jalan Pemuda, Kota Semarang, Jateng Jumat (6/4).

"Hari ini kami melakukan MOU, setelah itu akan melakukan pembangunan selama satu tahun ini," ungkap Hendi sapaan akrab Hendrar Prihadi, kemarin. 

Dikatakannya, dua tempat Hutan Wisata Tinjomoyo dan Taman Lele Kota Semarang siap dilakukan pembangunan. Namun berdasarkan hasil kajian, Hutan Wisata Tinjomoyo yang memiliki luas lahan 150 hektar ternyata merupakan lahan patahan. Sehingga konsep perbaikan dan pengadaan fasilitas perlu disesuaikan dengan karakteristik lahan. 

“Ada beberapa fasilitas yang akan dibangun di Kawasan Hutan Wisata Tinjomoyo. Di antaranya; wisata air dan outbound, fasilitas bermain flying fox, rumah pohon berstandart scandanafian menyatu dengan hutan, caravan di sekitar Hutan Tinjomoyo, jalur jogging track dan menara pandang,” katanya. 

Tidak hanya itu, semua fasilitas akan terintegrasi dengan cottage. Fasilitas ini nantinya disewakan ke pengunjung. Dilengkapi dengan resto dan gedung pertemuan berbentuk artistik joglo Jawa yang menyatu dengan alam hutan. “Kami akan mengubah kawasan tersebut menjadi nyaman, aman bagi wisatawan. Paling penting ada tempat yang intagramable di sana,” bebernya.

Sedangkan untuk pembangunan Taman Lele, akan didirikan hotel bintang tiga dengan lantai 11. Tentunya dilengkapi fasilitas yang menarik, seperti cafe dan resto. Sementara ikon Taman Lele yang nantinya berada di belakang hotel, tetap menjaga keasliannya. “Hotel yang ada di sana saat ini kelas melati. Nantinya dilakukan penataan ulang untuk diupgrade. Selain itu juga dibuatkan lintasan jogging track, panggung umum, maupun taman bunga,” katanya. 

Panggung umum tersebut didesain di ruang terbuka dengan atap bentuk ikan lele. Pihak pengelola akan memanfaatkan panggung tersebut untuk menggelar event pertunjukan yang menarik bagi wisatawan. 

Sedangkan di bagian pintu masuk dibangun sistem ecogreen dan berkonsep etnik building bangunan Jawa. Terutama bangunan joglo sesuai dengan ciri khas Jawa. “Keduanya, baik Hutan Tinjomoyo dan Taman Lele nanti akan dibangun tempat konservasi dan pemeliharaan habitat burung dan bunga yang langka,” katanya. 

Hendi optimis, jika terobosan tersebut akan mampu mengubah kedua obyek wisata tersebut memiliki daya saing hingga mampu menyedot wisatawan. Ruang terbuka hijau menjadi hal yang menarik di Kota Semarang. Tetapi problem selama ini adalah anggaran, sumber daya manusia, dan kemampuan profesional untuk mengelola. “Obyek wisata Tinjomoyo dan Taman Lele dulu terlantar, maka harus dikelola oleh pihak ketiga yang lebih profesional. Mudah-mudahan, tahun depan selesai," ujarnya.