• SELAMAT DATANG DI PORTAL PEMERINTAH KOTA SEMARANG
  • BE SMART CITY : Based on E-gov, Semarang More Accountable, Realistic and the Transparent City.
  • CyGoS (Cyber Government : Semarang) - Cyber Administration, Cyber Information, Cyber Public Service, Cyber Licensing, Cyber Marketing City, Cyber Planning, etc 

Ketika Pasien RSUD Berterima Kasih Kepada Walikota Hendi

 10-04-2018 07:56 WIB    by Admin    Dilihat: 319 kali Berita Kota
"Padahal saya dulu tidak nyoblos pak Hendi, tapi sekarang bisa menikmati fasilitas UHC yang sangat bermanfaat", tutur Aris, salah satu pasien rawat inap di RSUD KRMT Wongsonegoro. Dan ucapan Aris tersebutpun justru mengundang gelak tawa dari seluruh orang yang berada dalam Ruang Nakula 3, tempatnya dirawat. Hal itu sendiri disampaikan Aris, warga Sarirejo Semarang, kepada Walikota Semarang, Hendrar Prihadi saat dirinya berkeliling meninjau pelayanan RSUD KRMT Wongsonegoro kepada pasien kelas III. 
 
Senin (9/4), Walikota Semarang yang juga akrab disapa Hendi tersebut memang secara khusus menyempatkan waktunya untuk berkeliling RSUD KRMT Wongsonegoro, Kota Semarang. Tak hanya berkeliling, Hendi juga memimpin apel pagi yang diikuti oleh seluruh direksi serta karyawan rumah sakit milik Pemerintah Kota Semarang tersebut. 
 
Di hadapan seluruh peserta apel pagi, Hendi menegaskan posisi RSUD Wongsonegoro sebagai salah satu pintu pelayanan Pemerintah Kota Semarang kepada masyarakat. “Orang melihat pelayanan Pemerintah Kota Semarang adalah dari pelayanan rumah sakitnya, apabila pelayanan rumah sakitnya baik maka orang akan menganggap pelayanan pemerintah adalah baik", pungkas Hendi. 
 
"Tapi begitu juga sebaliknya, jika pelayanannya lama, kemudian susternya marah-marah, di poliklinik juga tidak dilayani dengan cepat, maka orang pasti akan menilai pelayanan pemerintah sangat buruk”, tegasnya. 
 
Dalam kesempatan tersebut, Hendi juga mengingatkan agar seluruh karyawan RSUD KRMT Wongsonegoso tidak membeda-bedakan sikap pelayanan yang diberikan kepada pasien. "Pemerintah Kota Semarang punya program UHC, semua dijamin berobat gratis untuk dirawat di kelas 3. Ini harus disengkuyung, jangan sampai karena pakai fasilitas UHC, lalu pelayanannya tidak optimal dan tidak ramah", himbau Hendi.
 
Dirinya menegaskan bahwa besarnya komitmen peningkatan fasilitas dalam melayani pasien kelas III, harus terus diikuti dengan peningkatan pelayananannya. "Sebelum tahun 2014 hanya ada 150 tempat tidur untuk pasien kelas III di sini, setelah itu kita tingkatkan sampai kapasitas 270 tempat tidur yang semuanya dilengkapi AC, tahun depan juga akan kita tambah kapasitasnya dengan membangun gedung Sadewa", jelas pria yang juga politikus PDI Perjuangan tersebut.  
 
"Sehingga kalau fasilitasnya terus dikejar terus, pelayanannya jangan sampai ketinggalan, harus terus dievaluasi supaya dapat melayani dengan maksimal", tuturnya.