• SELAMAT DATANG DI PORTAL PEMERINTAH KOTA SEMARANG
  • BE SMART CITY : Based on E-gov, Semarang More Accountable, Realistic and the Transparent City.
  • CyGoS (Cyber Government : Semarang) - Cyber Administration, Cyber Information, Cyber Public Service, Cyber Licensing, Cyber Marketing City, Cyber Planning, etc 

Tersisa 5 Ribu Warga Belum Rekam E-KTP

 11-04-2018 10:54 WIB    by Admin    Dilihat: 344 kali Berita Kota

SEMARANG – Mendekati pesta demokrasi Pemilihan Gubernur Jateng 2018, Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dispendukcapil) Kota Semarang mengeklaim tinggal menyisakan kurang lebih 5 ribu warga yang belum dilakukan rekam E-KTP. Sejauh ini, upaya perekaman E-KTP terus dikebut dengan cara ‘jemput bola’. 

Kepala Dispendukcapil Kota Semarang Adi Tri Hananto, mengatakan setidaknya setiap hari pihaknya mampu melakukan perekaman E-KTP sebanyak 500 data warga. 

“Sementara ini data warga yang belum rekam E-KTP hanya 5 ribu orang saja,” katanya. 

Pihaknya mengaku terus melakukan perekaman data E-KTP dengan cara jempu bola. Hal itu dilakukan sekaligus untuk melakukan pencocokan data dan menyetak E-KTP warga yang sudah memiliki surat keterangan perekaman. 

“Permasalahan yang sering terjadi, warga saat ditanya soal E- KTP bilangnya belum punya. Padahal mereka sudah merekam dan memiliki Surat Keterangan,” katanya. 

Hal ini juga untuk mensinkronkan data hasil dari pencocokan dan penelitian (Coklit) dari KPU kota Semarang. Ini sebagai antisipasi apabila ditemukan jika ada warga yang masuk Daftar Pemilih Tetap (DPT) namun belum melaksanakan perekaman data.

“Bila belum pernah melakukan perekaman data, maka yang bersangkutan tidak dapat ikut menyampaikan hal pilihnya dalam Pilgub,” katanya. 

Namun mengenai data warga yang belum melakukan perekaman data tersebut, antara data Dispendukcapil dengan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Semarang terdapat perbedaan yang cukup mencolok. KPU Kota Semarang mencatat kurang lebih 15.513 warga yang belum melakukan perekaman data E-KTP. 

Meski begitu, data tersebut masih akan dilakukan pengecekan dan penyinkronan. “Terkait pelayanan maupun penyetakan E-KTP tidak ada masalah seperti kesiapan blanko. Kami memiliki 6 alat, 5 di antaranya digunakan untuk jemput bola,” katanya. 

Sementara itu, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Semarang mengingatkan bagi warga yang belum melakukan perekaman data e-KTP, maka bisa dicoret dari Daftar Pemilih Tetap (DPT) Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jawa Tengah.   

“Setiap pemilih yang akan melaksanakan pencoblosan dalam pelaksanaan Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Tengah 2018 nanti diwajibkan sudah melaksanakan perekaman data E-KTP,” kata Ketua KPU Kota Semarang Henry Wahyono.

Sesuai dengan aturan Pasal 15 -16 Peraturan Komisi Pemilihan Umum (PKPU) Nomor 2 tahun 2018, tentang pemuktahiran data pemilih. Disebutkan, bahwa bagi warga yang belum melaksanakan perekaman data E-KTP maka dapat dicoret dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT) Pilgub Jateng. 

Sehingga apabila warga belum melaksanakan perekamanan data e-KTP hingga dikeluarkan DPT, maka pihaknya bisa mencoret. “Tetapi jangan khawatir, ketika sudah melaksanakna perekaman data, pemilih tersebut masih bisa melaksanakan pencoblosan menggunakan Daftar Pemilih Tambahan,” terang Henry.

Daftar Pemilih Sementara (DPS) saat ini sebanyak 1.120. Jumlah ini masih bisa berubah karena ada warga yang pindah alamat ke luar Kota Semarang, maupun meninggal dunia. Pihaknya mengaku terus berkoordinasi dengan Dispendukcapil Kota Semarang.