• SELAMAT DATANG DI PORTAL PEMERINTAH KOTA SEMARANG
  • BE SMART CITY : Based on E-gov, Semarang More Accountable, Realistic and the Transparent City.
  • CyGoS (Cyber Government : Semarang) - Cyber Administration, Cyber Information, Cyber Public Service, Cyber Licensing, Cyber Marketing City, Cyber Planning, etc 

Camat Gunungpati Bersama Para Lurah Mendeklarsikan Sebagai Wilayah ODF

 16-04-2018 09:06 WIB    by Admin    Dilihat: 584 kali Berita Kota
SEMARANG – Kecamatan Gunungpati, Semarang, menjadi kecamatan pertama yang mendeklarsikan diri untuk memerangi buang air besar (BAB) sembarangan, atau yang disebut Open Defecation Free (ODF).

Camat Gunungpati, Ronny T Nugroho mengatakan, rancangan ODF sendiri telah dilakukan sejak tahun 2008, dengan membentuk sanitasi total berbasis masyarakat (STBM) dengan merubah perilaku masyarakat yang BAB sembarangan, ataupun belum memiliki jamban.

“Sebelumnya memang ada kelurahan yang warganya tidak punya jamban, sehingga mereka BAB di sungai namun lambat laun kesadaran masyarakat mulai tumbuh dan hampir semua rumah
sudah punya jamban,” katanya usai Delkrasi ODF di Aula Kecamatan Gunungpati, Kamis (12/4).

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota Semarang, Widoyono sangat mengapresiasi langkah aparatur Kecamatan Gunungpati yang menjadi pioner ODF di Kota Semarang. Menurutnya, keberaninan Camat Gunungpati bisa menjadi insiprasi dan mewujudkan ODF di tingkat Kota Semarang pada tahun ini. “Gunungpati merupakan pioneer. Saya harap kecamatan lain bisa menyusul,” tambahnya.

Menurutnya, menggugah kesadaran masyarakat untuk tidak BAB sembarangan bukan perkara mudah. Terlebih bagi masyarakat yang tidak memiliki jamban, pihaknya pun mengaku terus berkoordinasi dengan dinas lain untuk membangun fasilitas jamban umum.

“Karena BAB sembarangan bisa menyebabkan berbagai macam penyakit,misalnya diare , penyakit kulit dan penyakit lainnya. Fokus kami semua kecamatan bisa mendeklarsikan ODF,” tegasnya.

Terpisah, Ketua Forum Kota Sehat Semarang, Krisseptiana Hendrar Prihadi akan terus menggenjot dan memberikan edukasi hidup sehat terutama agar tidak BAB sembarangan. “Susahnya masyarakat masih menganggap sepele, padahal efeknya sangat besar bagi kesehatan,” ujarnya.