• SELAMAT DATANG DI PORTAL PEMERINTAH KOTA SEMARANG
  • BE SMART CITY : Based on E-gov, Semarang More Accountable, Realistic and the Transparent City.
  • CyGoS (Cyber Government : Semarang) - Cyber Administration, Cyber Information, Cyber Public Service, Cyber Licensing, Cyber Marketing City, Cyber Planning, etc 

Nyadran, Sembelih 50 Ekor Kambing

 23-04-2018 11:16 WIB    by Admin    Dilihat: 125 kali Berita Kota
    SEMARANG- Ribuan warga Kelurahan Ngijo, Gunungpati, Semarang mendatangi makam Sentono untuk mengikuti nyadran sekaligus haul KH Asyhari, ulama setempat. Mereka melakukan pengajian dengan menyembelih 50 ekor kambing. Sejak pukul 05.00, warga sudah menyiapkan tempat penyembelihan dan tempat memasak dengan tungku kayu bakar di alam terbuka. Sebelumnya pada pukul 00.00, warga melakukan doa bersama di kompleks makam.
Ketua panitia haul KH Asyari, Achmad Yasak, mengatakan, kegiatan ini biasanya digelar setiap Kamis Wage di bulan Rajab. Namun karena di bulan Rajab tidak Kamis Wage, maka tradisi nyadran ini digelar pada Kamis Wage di bulan Syaban yang jatuh pada Kamis (19/4) kemarin.
"Kegiatan ini sudah dilakukan turun-temurun untuk menyambut datangnya bulan Ramadan. Tadi malam (kemarin) juga sudah digelar doa bersama mulai pukul 00.00 sampai selesai," katanya.
Untuk kegiatan haul KH Asyari, warga secara swadaya mengumpulkan kambing untuk disembelih dan makan bersama di Makam Sentono. Ia menambahkan, kambing yang terkumpul dari sumbangan orang Dukuh Sentono, dan dari orang-orang luar daerah.
"Selain dari dukuh sini, kambing disumbang dari luar daerah dukuh, ada juga yang dari luar kota, karena wujud syukur para penziarah yang datang ke makam Kyai Ashari di sini,” jelasnya.
Dikatakan, warga yang menyumbangkan kambing ada juga lantaran nazar karena sembuh dari penyakit atau meraih suatu keberhasilan. Satu orang bisa menyumbangkan satu hingga tiga ekor kambing.
 ”Ada yang ingin sembuh dari penyakit lalu nazar menyumbangkan kambing untuk dibagikan kepada warga,” katanya.
Dalam haul tersebut, warga Ngijo yang merantau baik yang di luar kota maupun luar negeri datang khusus sambil melakukan silaturahmi dengan warga lainnya. Setelah semua daging kambing dimasak gulai, lalu disantap bersama-sama, setelah terlebih dahulu digelar pengajian.
"Ada yang bekerja sebagai TKW menyempatkan diri pulang untuk mengikuti haul ini sekaligus bersilaturahmi dengan warga lain," ujarnya.    
Patmini, warga setempat mengaku dalam haul itu, ia berdoa agar secepatnya bisa membeli rumah, karena selama ini masih kontrak.  "Harapannya, setelah mengikuti kegiatan ini, apa yang menjadi cita-cita dan harapan saya dapat terpenuhi," katanya.