• SELAMAT DATANG DI PORTAL PEMERINTAH KOTA SEMARANG
  • BE SMART CITY : Based on E-gov, Semarang More Accountable, Realistic and the Transparent City.
  • CyGoS (Cyber Government : Semarang) - Cyber Administration, Cyber Information, Cyber Public Service, Cyber Licensing, Cyber Marketing City, Cyber Planning, etc 

Revitalisasi Kota Lama Dikeluhkan, Walikota Hendi Turun Tangan

 25-04-2018 11:17 WIB    by Admin    Dilihat: 356 kali Berita Kota
Selasa (24/4), Walikota Semarang, Hendrar Prihadi mengundang kontraktor pelaksana revitalisasi Kota Lama dan komunitas penggiat Kota Lama Semarang untuk berdiskusi terkait proses peningkatan infrastruktur Kota Lama yang sedang berjalan. Bertempat di Cafe Tekodeko Kota Lama Semarang, Hendi, sapaan akrab Walikota Semarang itu secara khusus melakukan pertemuan tersebut sebagai respon atas keluhan para pemilik gedung di Kota Lama Semarang. Keluhan tersebut terkait terganggunya akses masuk ke sebagian gedung terdampak revitalisasi Kota Lama Semarang.
 
Salah satu keluhan datang dari Pendeta Helen yang mewakili Gereja Blenduk. "Kami sangat senang dengan perhatian yang diberikan Pemerintah kepada Kota Lama, dan kami pada dasarnya sangan mendukung, tapi harap kami diberi tahu dulu", jelas Helen. "Termasuk untuk kegiatan-kegiatan lain di Kota Lama yang menutup jalan utama, terkhusus pada hari Minggu", tambahnya.
 
Senada, Bagyo, Ketua RW 1 Tanjung Mas, juga menegaskan tidak mempermasalahkan upaya revitalisasi Kota Lama Semarang. "Tidak masalah mengganggu karena ini demi kebaikan bersama, tapi mohon disinkronkan dengan stakeholder", tutur Bagyo. "Sehingga harus ada pemberitahuan dulu agar kami ada persiapan", tambahnya.
 
Menanggapi hal tersebut, Hendi langsung secara tegas meminta kontrakor revitalisasi Kota Lama Semarang untuk membagikan surat edaran resmi yang mencantumkan timeline pengerjaan terencana. "Dan saya tekankan, jangan sampai ada rencana revitalisasi yang menutup semua jalan, harus dikerjakan bertahap", pinta Hendi. "Jadi hari ini saya tuntaskan, saya akan lakukan koreksi terhadap seluruh kegiatan di Kota Lama baik yang sifatnya revitalisasi maupun penyelenggaraan event agar tidak merugikan sedulur-sedulur di Kota Lama", tegasnya.
 
Selain itu, Hendi juga menegaskan akan turun tangan langsung mendorong percepatan revitalisasi Kota Lama, salah satu contohnya pada pengerjaan Jalan Letjen Suprapto yang merupakan jalan utama Kota Lama Semarang. "Kontraktor mengatakan butuh waktu 4 minggu untuk memindah pipa PDAM, jadi tadi saya langsung telepon Direktur Teknik PDAM, saya katakan harus selesai 2 minggu", ungkap Hendi. "Dan percepatan ini penting, karena salah satu roh kota lama adalah tempat-tempat usaha yang menghidupkan aktifitas di sini, jangan sampai karena terlalu lama pengerjaannya justru menimbulkan lebih banyak kerugian", pungkasnya.