• SELAMAT DATANG DI PORTAL PEMERINTAH KOTA SEMARANG
  • BE SMART CITY : Based on E-gov, Semarang More Accountable, Realistic and the Transparent City.
  • CyGoS (Cyber Government : Semarang) - Cyber Administration, Cyber Information, Cyber Public Service, Cyber Licensing, Cyber Marketing City, Cyber Planning, etc 

Lapor Jalan Rusak Lewat Aplikasi SIPU

 07-05-2018 09:49 WIB    by Admin    Dilihat: 290 kali Berita Kota
SEMARANG- Pemerintah Kota Semarang kembali melakukan inovasi dalam memantapkan diri sebagai smart city. Pemkot melalui Dinas Pekerjaan Umum (DPU) meluncurkan sistem informasi berbasis mobile dan web untuk memudahkan warga Semarang melaporkan infrastruktur yang rusak.  Melalui aplikasi bernama SIPU atau Smart Infrastruktur Pekerjaan Umum ini, masyarakat bisa melaporkan sekaligus memantau tindak lanjut Dinas PU atas laporannya di manapun mereka berada.
 
 
Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kota Semarang, Iswar Aminudin, menjelaskan, cara kerja sistem aplikasi ini,  masyarakat memotret lokasi kejadian (jalan rusak, misalnya) kemudian mengunggah di aplikasi SIPU. Dengan mengaktifkan fitur lokasi, Dinas PU langsung bisa mengetahui koordinat yang dilaporkan dan langsung melakukan tindak lanjut.
 
”Hasil tindak lanjut petugas kami di lapangan kemudian kami laporkan ke sistem juga. Sehingga masyarakat tahu laporan mereka sudah dikerjakan atau belum,” jelas Iswar saat peresmian Command Room di Jalan Madukoro 7 Semarang, Jumat (4/5).
 
Aplikasi ini, lanjut Iswar, dapat digunakan warga Semarang selama 24 jam. Sistem pelaporan ini digadang lebih efisien ketimbang laporan melalui surat yang dinilai memakan waktu lama.
 
”Hingga saat ini setiap harinya ada sekitar 40 laporan. Melalui aplikasi ini tentunya untuk meningkatkan kinerja kami juga,” ujarnya.
 
Ketua Asosiasi Prakarsa Indonesia Cerdas (APIC), Prof Suhono Harso Supangkat, menilai, sistem ini tepat untuk memantapkan Semarang menjadi smart city. Tidak hanya sebatas monitoring, sistem ini melangkah lebih jauh, yakni pada langkah tindak lanjut.
 
”Banyak smart city yang mengembangkan IT hanya pada monitor saja. Padahal di sini yang penting adalah tindak lanjutnya, dan PU sudah memulai hal ini,” ujar guru besar ITB ini.
 
Lebih lanjut dijelaskan, dalam smart city fungsi kota adalah memberikan layanan terbaik kepada warganya. Oleh sebab itu, pengembangan sistem aplikasi sudah seharusnya memberikan solusi atas permasalahan yang ada di masyarakat.
 
Smart city itu bukan banyak-banyakan aplikasi. Tapi memanfaatkan teknologi sehingga bisa menyelesaikan persoalan secara cepat. Kota cerdas adalah kota yang responsif,” bebernya.
 
SIPU ke depan diharapkan bisa menjadi embrio pelayanan di Semarang menuju pelayanan terbaik kepada masyarakat melalui respon cepat. Sistem ini diharapkan bisa dikembangkan oleh dinas-dinas lain.
 
”Tidak hanya jalan, ke depannya juga untuk pengairan dan sungai. Semoga ini juga dilakukan dinas lainnya terutama Perkim,” ujar Wakil Wali Kota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu.
 
Sementara hal yang tidak kalah penting, lanjut Mbak Ita sapaan akrab Wakil Wali Kota Semarang tersebut adalah mengenai sosialisasi kepada masyarakat. Dengan demikian, adanya aplikasi ini dapat dimanfaatkan masyarakat dan memberikan hasil efektif dan efisien.
 
”Saya minta agar Pak Lurah dan Pak camat diajak visit ke sini. Sehingga bisa tahu lebih detil dan bisa mensosialisasikan kepada warga Semarang,” katanya.