• SELAMAT DATANG DI PORTAL PEMERINTAH KOTA SEMARANG
  • BE SMART CITY : Based on E-gov, Semarang More Accountable, Realistic and the Transparent City.
  • CyGoS (Cyber Government : Semarang) - Cyber Administration, Cyber Information, Cyber Public Service, Cyber Licensing, Cyber Marketing City, Cyber Planning, etc 

Masih Menunggu Verifikasi Kemenhub , Jika Fungsikan Bandara saat Lebaran

 07-05-2018 10:21 WIB    by Admin    Dilihat: 115 kali Berita Kota
SEMARANG-Fungsionalisasi Bandara New Ahmad Yani Semarang saat Lebaran mendatang harus menunggu verifikasi Kementerian Perhubungan (Kemenhub) RI. Khawatirnya jika dipaksakan dibuka saat arus mudik, bisa terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. 
 
Dirut PT Angkasa Pura 1, Faik Fahmi menjelaskan bahwa sampai saat ini pelaksanaan proyek masih sesuai jadwal. Untuk progress paket tiga dan paket empat, mengalami deviasi positif di atas rencana. Untuk paket tiga yang meliputi pembangunan gedung terminal sesuai dengan kontrak akan selesai pada November 2018, namun target operasional pada Juni 2018.
 
"Sehingga pada musim mudik Lebaran 2018 bisa difungsikan, dengan catatan sudah mendapatkan verifikasi dari Kemenhub," jelasnya di sela-sela kunjungan DPR RI di lokasi pembangunan bandara, Kamis (3/5).
 
Faik memaparkan, pengembangan Bandara Ahmad Yani akan menunjang peningkatan pembangunan di Jateng, saat ini kondisi bandara eksisting di terminal penumpang maupun kargo sudah over capacity. Kapasitas terminal penumpang akan meningkat 5-6 kali lipat, sedangkan luasan terminal kargo yang sebelumnya 774 meter persegi menjadi 2.048 meter persegi atau meningkat hampir tiga kali lipat.
 
"Kapasitas terminal penumpang bandara saat ini 800 ribu per tahun. Setelah adanya pengembangan, terminal bandara diperluas menjadi sekitar 58 ribu meter persegi dan mampu menampung sebanyak 7 juta penumpang per tahun" terangnya.
 
Mengenai upaya penambahan jadwal penerbangan masih terkendala keterbatasan slot. Saat ini winter terdapat 10 permohonan slot time yang outstanding, karena pihak airlines menginginkan penambahan slot di jam-jam sibuk. Penambahan jadwal penerbangan harus mempertimbangkan tiga kapasitas, yakni runway, apron, dan terminal.
 
Sampai saat ini, dari lima paket pekerjaan untuk paket satu meliputi lahan dan akses, paket kedua meliputi apron dan exit taxiway sudah selesai 100 persen. Sedangkan sekarang masih dalam tahap pengerjaan kontruksi untuk paket tiga yang meliputi pembangunan gedung terminal.
 
Ditambahkan, kendala yang dihadapi selama pelaksanaan proyek antara lain, kondisi lahan yang merupakan area tambak sehingga terjadi penurunan tanah pada lokasi jalan akses kerja. Selain itu, kondisi cuaca yang tidak menentu, serta suplai material yang terkadang mengalami kendala karena saat ini tidak sedikit proyek infrastruktur yang ada di Jateng.
Sementara itu, anggota Komisi VI Rieke Diah Pitaloka, meminta pengoperasian Bandara Ahmad Yani yang baru pada arus mudik dan balik Lebaran 2018 tidak perlu dipaksakan. Menurutnya, jangan sampai dengan berfungsinya terminal baru di bandara yang pembangunannya belum selesai 100 persen, memunculkan persoalan-persoalan yang seharusnya tidak terjadi.
 
"Persoalan keselamatan itu utama. Pimpinan dan anggota komisi A pasti akan mendukung pengoperasian terminal baru jika memang sudah selesai. Kalau belum selesai, kami juga mendukung agar pihak terkait lainnya untuk bersabar," pintanya.