• SELAMAT DATANG DI PORTAL PEMERINTAH KOTA SEMARANG
  • BE SMART CITY : Based on E-gov, Semarang More Accountable, Realistic and the Transparent City.
  • CyGoS (Cyber Government : Semarang) - Cyber Administration, Cyber Information, Cyber Public Service, Cyber Licensing, Cyber Marketing City, Cyber Planning, etc 

Tradisi Dugder sebelum bulan Puasa

 15-05-2018 11:36 WIB    by Admin    Dilihat: 192 kali Berita Kota

Semarang - Perayaaan dalam rangka  penyambutan bulan puasa yang tinggal mengitung hari lagi, seperti biasanya warga Semarang memiliki tradisi rutin tahunan yaitu dugderan sebagai pertanda menyambut datangnya bulan suci ramadhan 1939 H.Acara tersebut dihadiri oleh Wali Kota Semarang, Forkopimda Kota Semarang, Ketua TP PKK Kota Semarang  Krisseptiana Hendrar Prihadi serta OPD dilingkungan Pemerintah Kota Semarang dan tamu undangan lainnya

 

Senin pagi (14/5)  ribuan warga memadati dan menyaksikan prosesi jalannya acara dugderan yang di selenggarakan  pada pukul 07.00 WIB. Acara berlangsung mulai dari jalan Simpang Lima, Jalan Palawan, dan berakhir di Taman Indonesia Kaya di Jalan Menteri Supeno Semarang.

 

Hendrar Prihadi Wali Kota Semarang pada kesempatan ini  menghimbau kepada warga Semarang untuk saling menghargai, agar dapat menjalankan ibadah puasa  dengan baik. 

Pihaknya juga berpesan kepada seluruh warga Kota Semarang yang menjalankan ibadah puasa agar dapat berbesar hati terhadap warung - warung makan yang buka pada bulan puasa nanti. Sedangkan pesan yang disampaikan  kepada warga yang tidak berpuasa nantinya untuk dapat menghargai yang sedang menjalankan puasa untuk tidak makan disiang hari di tampat terbuka serta tidak berjualan di siang hari dengan warung terbuka lebar, agar semua tetap dalam koridor saling menghargai dan menghormati sesama warga Kota Semarang, ujar Hendi.

 

Hendi  juga mengucapkan rasa terima kasihnya  kepada para panitia atas apresiasi warga yang begitu luar biasa untuk mengikuti acara dugderan tersebut. Dengan perwalian sebanyak 16 kecamatan dimana masing - masing setiap kecamatan mengirimkan  600 hingga 1000 peserta sehingga diperkirakan ada 15ribu  peserta yang mengikuti prosesi acara dugderan yang di selenggarakan hari ini, pungkasnya.

 

Yang lebih dibanggkan lagi pada acara ini adalah anggaran yang dihasilkan sepenuhnya berasal  dari hasil gotong royong bersama warga Semarang. Karena tanpa adanya apresiasi oleh semua warga tidak mungkin Semarang menjadi sehebat ini. Bersama rakyat Semarang semakin hebat.