• SELAMAT DATANG DI PORTAL PEMERINTAH KOTA SEMARANG
  • BE SMART CITY : Based on E-gov, Semarang More Accountable, Realistic and the Transparent City.
  • CyGoS (Cyber Government : Semarang) - Cyber Administration, Cyber Information, Cyber Public Service, Cyber Licensing, Cyber Marketing City, Cyber Planning, etc 

Harga Daging Ayam di Semarang Mulai Turun.

 21-05-2018 12:32 WIB    by Admin    Dilihat: 210 kali Berita Kota
KBRN, Semarang : Dinas Perdagangan Kota Semarang bersama instansi terkait, Senin (21/05/2018) melaksanakan inspeksi mendadak (sidak) di pasar Peterongan dan sejumlah supermarket. Kegiatan ini berlangsung untuk memantau ketersediaan dan harga sejumlah barang kebutuhan pokok pada saat bulan ramadhan ini.

Kepala Dinas Perdagangan Kota Semarang Fajar Purwoto memimpin sidak pantauan sejumlah harga sembako bersama sejumlah instansi seperti dari Dinas Ketahanan Pangan, Bagian  Perekonomian Setda Kota Semarang, hingga Badan Pengawas Obat dan makanan.

Dalam kesempatan tersebut, Kepala Dinas Perdagangan Fajar Purwoto mengatakan harga sembako di supermarket diakuinya lebih murah dari pasar tradisional, hal ini tentunya akan menggiring masyarakat untuk membeli kebutuhan pokoknya ke supermarket.

Olehkarenanya, Ia akan berusaha untuk mengkomunikasikannya kepada pedagang pasar tradisional untuk dapat menyesuaikan harga, agar masyarakat mau belanja di  pasar tradisional.

“Sidak ini menyasar tiga lokasi, yakni di Pasar Peterongan, Hypermart Javamall, dan Superindo di jalan Dr. Wahidin. Dari sidak ini, sejumlah kebutuhan pokok seperti beras, daging, gula pasir, minyak, hingga bumbu dapur terpantau tidak mengalami kenaikan harga dan memiliki stok yang cukup. Sedangkan untuk daging ayam di pasar peterongan turun sekitar Rp, 33 ribu perkilo dari sebelumnya Rp, 35 ribu, sementara untuk daging ayam di swalayan justru lebih murah yakni sekitar Rp, 31 ribu,”Ujarnya.

Sementara itu, Buyer Hypermart Singgih Hendratno menyebutkan, untuk stok sembako ada peningkatan stok ketersediaan sembako sebanyak 30 persen, sementara untuk kenaikan harga, justru banyak barang sembako yang dibawah pasar karena penerapan Harga Eceran Tertinggi dari Pemerintah.

Ia menjelaskan dalam bulan ramadhan kebutuhan masyarkat yang dibeli di supermarket diantara lain seperti beras, minyak, kebutuhan daging ayam dan sapi, biskuit dan aneka minuman.

“Setidaknya kami melebihi beberapa stok dalam bulan ramadan ini, salah satunya biskuit sama aneka minuman. Ini sudah menjadi agenda rutin kami pada saat ramadan dan jelang lebaran nanti,”ungkapnya.

Selain menyasar pada ketersediaan pangan dan harga sembako, dalam sidak ini juga mencari makanan yang mengandung zat berbahaya, makanan yang sudah kadaluarsa serta kemasan makanan yang sudah rusak untuk dimusnahkan. Hanya saja dalam sidak ini tidak ditemui makanan berbahaya dan kadaluarsa.