• SELAMAT DATANG DI PORTAL PEMERINTAH KOTA SEMARANG
  • BE SMART CITY : Based on E-gov, Semarang More Accountable, Realistic and the Transparent City.
  • CyGoS (Cyber Government : Semarang) - Cyber Administration, Cyber Information, Cyber Public Service, Cyber Licensing, Cyber Marketing City, Cyber Planning, etc 

Empat Pembangunan Dimintakan Dana Pemerintah Pusat

 31-05-2018 09:09 WIB    by Admin    Dilihat: 105 kali Berita Kota

SEMARANG – Sedikitnya ada empat pembangunan di Kota Semarang diusulkan agar digelontor oleh Pemerintah Pusat. Sebab, apabila tidak mendapat bantuan dari pemerintah pusat, pembangunan yang membutuhkan dana besar ini tidak mampu dibiayai menggunakan APBD Kota Semarang.

Keempat pembangunan tersebut adalah pembangunan revitalisasi kawasan Kota Lama, Perlintasan Kereta Api Madukoro-Anjasmoro, Bendung Karet Banjir Kanal Barat (BKB) dan jalan layang Bandara International Ahmad Yani Semarang. “Ada empat usulan,” kata Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi, kemarin. 

Usulan tersebut telah disampaikan oleh Hendi sapaan akrab Hendrar Prihadi kepada Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Basuki Hadimoeljono, saat berkunjung di Kota Semarang beberapa waktu lalu. 

Untuk revitalisasi kawasan Kota Lama yang saat ini telah digelontor anggaran Rp 156,372 miliar oleh pemerintah pusat dirasa belum cukup untuk menyelesaikan pembangunan seluruh kawasan. Kawasan ini diutargetkan masuk dalam daftar warisan budaya dunia (world heritage) pada 2020 mendatang. 

“Karena itu kami meminta Kementerian PUPR menambah anggaran agar revitalisasi Kota Lama bisa mencakup keseluruhan. Sekaligus minta bantuan untuk jalan layang bandara, perlintasan kereta api, dan bendungan karet," kata Hendi. 

Menteri Basuki sendiri telah melakukan peninjauan di sejumlah lokasi pembangunan seperti lokasi jalan layang Anjasmoro menuju Bandara Ahmad Yani Semarang maupun di kawasan Kota Lama Semarang. Basuki juga menjanjikan akan menambah anggaran 2018 ini.

“Saya rasa keputusan Pak Menteri membawa hal sangat positif bagi Kota Semarang,” katanya. 

Menurutnya, ini menjadi langkah awal bagi Kota Semarang untuk bertransformasi sebagai kota wisata. Maka konsentrasi pembangunan harus ditingkatkan. Area-area seperti kawasan Kota Lama, menurutnya, sangat relevan untuk menjadi prioritas. Saat ini, menurut dia, kawasan Kota Lama Semarang sudah mampu mendatangkan wisatawan. 

“Harapannya ke depan pembangunan maksimal sehingga berdampak meningkatnya ekonomi yang lebih besar,” katanya. 

Proses pembangunan Kota Lama saat ini sedang berjalan yakni peningkatan jalan dan pedestrian, street furniture, perbaikan saluran drainase, kolam retensi, dan landscape di kawasan Kota Lama. Selain itu juga dilakukan pembangunan ducting atau penaataan sistem jaringan kabel utilitas di bawah tanah kurang lebih Rp 50 miliar. 

“Kementerian PUPR akan memberikan penambahan dana untuk revitalisasi penataan kawasan Kota Lama sebesar Rp 30 miliar,” katanya. 

Dana tersebut akan digunakan pembangunan pertamanan di Kota Lama. Sesuai estimasi waktu yang ditentukan, ditargetkan revitalisasi Kota Lama bisa diselesaikan Desember 2018 mendatang.