• SELAMAT DATANG DI PORTAL PEMERINTAH KOTA SEMARANG
  • BE SMART CITY : Based on E-gov, Semarang More Accountable, Realistic and the Transparent City.
  • CyGoS (Cyber Government : Semarang) - Cyber Administration, Cyber Information, Cyber Public Service, Cyber Licensing, Cyber Marketing City, Cyber Planning, etc 

Jalur Bus AKAP-AKDP Masuk Tol Baru H-10

 05-06-2018 10:48 WIB    by Admin    Dilihat: 117 kali Berita Kota

SEMARANG – Menyambut arus mudik Lebaran 2018, penataan terminal di Kota Semarang masih terbilang semrawut. Pasalnya, pengelolaan terminal bus di Kota Semarang belum tertata secara rapi. Pemindahan Terminal Terboyo yang telah diputuskan beberapa waktu lalu terbilang tak berhasil. 

Sebab, para awak bus protes dan tak menggubris kebijakan yang ditetapkan oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang Semarang. Alhasil, para awak bus tak mau pindah dan tetap mangkal di sekitar Terminal Terboyo. Padahal Terminal Terboyo sendiri telah dibongkar. Hal ini mengakibatkan kesemrawutan lalu-lintas. 

Sedangkan keberadaan Terminal Penggaron yang dikelola oleh Pemerintah Provinsi Jateng masih terbilang rancu dan membingungkan calon penumpang. Sebab, kebijakan Pemprov Jateng dalam mengatur regulasi bus Antar Kota Dalam Provinsi (AKDP) dinilai membingungkan. Sebab, keberadaan bus AKDP dipisah-pisah. Ada yang masuk Terminal Penggaron dan ada yang masuk Terminal Mangkang. 

“Meski Terminal Terboyo sudah dibongkar, sementara ini kami masih menetap di Terboyo. Sebab, belum ada kejelasan pengaturan dari pemerintah secara bijak. Kami hanya mau pindah kalau semuanya dipindah di Terminal Mangkang,” kata salah satu awak bus, Susanto, kepada Jawa Pos Radar Semarang, Jumat (1/6). 

Menurutnya, sejauh ini pemerintah terkesan tidak serius dalam pengelolaan terminal secara baik. “Kami melihat ada tumpang tindih kebijakan antara Pemerintah Kota  Semarang, Pemprov Jateng, dan Kementerian Perhubungan (Kemenhub). Terkesan saling lempar tanggungjawab, sehingga tidak mampu menampung aspirasi rakyat kecil,” katanya. 

Salah satu contoh, pemindahan Terminal Terboyo ke Mangkang. Pemkot Semarang membongkar dan membangun Terminal Terboyo tidak diikuti dengan penanganan solusi pemindahan atau penyediaan relokasi. “Seharusnya Pemkot Semarang menyiapkan jauh-jauh hari berkoordinasi dengan pemerintah pusat untuk menyiapkan regulasi dan infrastruktur di Terminal Mangkang. Faktanya di Mangkang hingga saat ini belum siap. Akibatnya, awak bus dan PKL Terboyo terlantar,” katanya. 

Penyidik Kementerian Perhubungan (Kemenhub) Terminal Tipe A Mangkang, Wasito mengatakan, Terminal Tipe A di Kota Semarang sekarang ini hanya satu yakni di Terminal Mangkang. “Hanya saja, konflik yang ada khususnya bus dari arah barat dan timur masih ada yang menggunakan fasilitas di Terminal Terboyo. Walaupun Terminal Terboyo sudah ditutup dan dibongkar. Tetapi bus masih menggunakan badan jalan arah masuk Terminal Terboyo,” katanya. 

Menurutnya, banyak alasan mengapa mereka masih menetap di Terminal Terboyo. Tuntutan mereka saat demo beberapa waktu lalu, agar dipindah semua ke Terminal Mangkang. “Kemudian bus AKDP adalah kewenangan provinsi, termasuk yang mengeluarkan Kartu Pengawasan (KP) adalah Dishub Provinsi Jateng. Oleh provinsi sementara ini masih dipecah-pecah. Sebagian bus masuk Terminal Penggaron, sebagian bus masuk ke Terminal Mangkang. Di situ, mereka tidak setuju,” katanya. 

Dia mengaku tidak mengetahui atas pertimbangan apa, sehingga bus AKDP dari Jepara masuk ke Penggaron, AKDP dari Cilacap Purwokerto masuk ke Terminal Mangkang. AKDP dari Solo eksekutif masuk ke Mangkang. Sedangkan bus Ekonomi masuk ke Penggaron. “Masih dipecah-pecah kayak gitu,” katanya. 

Tetapi pada prinsipnya, kata dia, Terminal Mangkang siap melayani arus mudik dan balik 2018. “Petugasnya sudah kami siapkan. Karena sekarang terminal Tipe A dikelola oleh pemerintah pusat, sementara belum ada pembenahan ya apa adanya itu kami akan maksimalkan,” katanya.  

Sedangkan untuk perpindahan bus nanti, kewenangan AKDP oleh Pemprov Jateng. “Sedangkan AKAP akan diubah Kartu Pengawasan (KP)-nya, nantinya semua akan berakhir dan berawal di Terminal Mangkang,” katanya.  

Berdasar hasil evaluasi, lanjutnya, perwakilan dari pihak pengusaha menyampaikan ada penambahan jam operasional dan jalur di Krapyak-Mangkang sering macet. Kondisi itu membutuhkan alternatif yakni memanfaatkan Jalan Tol Semarang-Batang. “Maka nanti semua AKAP dan AKDP yang akan menuju ke terminal semua menggunakan fasilitas tol. Exit tol-nya ada di depan Terminal Mangkang. Jadi tidak ada alasan macet lagi,” katanya.  

Sedangkan untuk memindah bus di Terminal Terboyo menjadi tugas dari Dishub Kota Semarang. Sementara untuk menertibkan bus yang sudah dipindahkan merupakan tugas Satlantas Polrestabes Semarang. “Mestinya kalau sudah dipindahkan semuanya, termasuk KP untuk AKDP dan AKAP apabila sudah diubah, nantinya segala bentuk pelanggaran di jalan harus dikoordinasikan dengan pihak kepolisian,” katanya.  

Untuk prediksi arus mudik 2018, tahun ini masih banyak program mudik gratis. Hanya saja tahun ini difokuskan menggunakan jalur laut yakni armada kapal. “Sedangkan untuk jalur darat tetap ada, tetapi kami belum menerima laporan resmi mengenai berapa jumlahnya. Kami sudah melaksanakan cek mengenai persiapan mudik gratis ini. Untuk jalur atau rutenya, H-10 sudah bisa menggunakan Jalan Tol Semarang-Batang. Kami sudah berkoordinasi bersama pihak terkait di Polrestabes Semarang, termasuk pihak Jasa Marga telah menyepakati bahwa H-10, Jalan Tol bisa difungsikan,” katanya