• SELAMAT DATANG DI PORTAL PEMERINTAH KOTA SEMARANG
  • BE SMART CITY : Based on E-gov, Semarang More Accountable, Realistic and the Transparent City.
  • CyGoS (Cyber Government : Semarang) - Cyber Administration, Cyber Information, Cyber Public Service, Cyber Licensing, Cyber Marketing City, Cyber Planning, etc 

Redesain Konsep Taman Bubakan

 29-06-2018 19:25 WIB    by Admin    Dilihat: 738 kali Berita Kota

SEMARANG - Pemerintah Kota Semarang akan membangun dua polder mini sebagai salah satu upaya penanggulangan banjir dan rob di kawasan Kota Lama. Dua polder tersebut akan dibangun di eks taman Bubakan dan sekitar jembatan Berok.

Selain untuk mengatasi banjir, polder ini nantinya sekaligus berfungsi sebagai ruang terbuka hijau, sesuai komitmen pemkot untuk memperbanyak jumlah RTH di Semarang.

Wakil Wali Kota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu mengatakan, pembangunan polder mini di dua tempat ini, masih dalam tahap revisi karena ada perubahan konsep desain polder. Pada desain sebelumnya, taman Bubakan dirubah menjadi polder sebagai penampungan air dari sekitar Bubakan yang kemudian akan dialirkan ke Sungai Semarang.

Di atas polder, didesain sebuah ruang terbuka berbentuk landmark yang bisa dimanfaatkan warga untuk beraktivitas. Desain landmark pada konsep awal ini tidak menampakkan adanya polder yang ada di bawahnya. “Ini sedang direvisi untuk mendapatkan desain yang lebih bagus dan menarik. Karena dari Menteri PUPR menghendaki nantinya harus bagus dan berbeda dengan yang ada saat ini,” kata Ita, - sapaan akrabya- kemarin.

“Di sana tetap menjadi ruang terbuka hijau. Kalau taman yang lama itu kan taman pasif. Nanti yang akan datang menjadi taman aktif. Hanya memang desainnya lagi direvisi agar lebih bagus lagi,” ujar Ketua Badan Pengelola Kawasan Kota Lama (BPK2L) Semarang, ini.

Pembangunan polder di Bubakan, dijelaskan Ita, sudah berjalan sekitar 15 persen. Saat ini, sedang dalam proses pemasangan tiang pancang sebagai penguat bagian bawah landmark taman dan polder. Pemasangan tiang pancang sudah dilakukan di 20 titik dari total kebutuhan sebanyak 220 tiang pancang.

Rencana pembangunan polder ini disambut baik oleh warga, utamanya warga sekitar taman Bubakan yang sebelumnya kerap dilanda rob. Warga berharap, pembangunan polder mini dapat menuntaskan persoalan rob yang kerap kali menghantui warga.

”Selama tujuannya untuk kebaikan warga, kami sangat mendukung upaya pemerintah kota dalam pembangunan ini. Dua tahun terakhir rob di sini memang tidak begitu parah, tapi kalau polder ini bisa menuntaskan persoalan rob, itu akan semakin bagus,” ujar Nasir, warga sekitar.