• SELAMAT DATANG DI PORTAL PEMERINTAH KOTA SEMARANG
  • BE SMART CITY : Based on E-gov, Semarang More Accountable, Realistic and the Transparent City.
  • CyGoS (Cyber Government : Semarang) - Cyber Administration, Cyber Information, Cyber Public Service, Cyber Licensing, Cyber Marketing City, Cyber Planning, etc 

Pemkot Segera Tata PKL Taman Indonesia Kaya

 17-07-2018 14:38 WIB    by Admin    Dilihat: 350 kali Berita Kota
SEMARANG - Pedagang Kaki Lima (PKL) yang ada di sekitar Taman Indonesia Kaya saat ini tidak diperbolehkan lagi untuk berjualan di kawasan tersebut. Namun, mereka akan mulai ditata seiring dengan rencana selesai taman tersebut pada pertengahan Agustus mendatang. Meski demikian, para pedagang yang  berjualan menggunakan tenda bongkar pasang masih diperkenankan untuk berdagang di area sekitar taman.
 
Kepala Dinas Perdagangan Kota Semarang Fajar Purwoto mengatakan Penataannya akan mulai dilakukan dengan pembangunan shelter yang akan dianggarkan pada APBD Perubahan 2018. Di sisi lain, pemkot saat ini pun masih berupaya untuk mencarikan pendanaan CSR dari DJarum Foundation maupun perbankan untuk anggaran pembangunan shelter pedagang.
 
"Bantuan tenda telah diberikan kepada para pedagang yang saat ini sudah tidak lagi menempati selter," ungkap Fajar, Senin (16/7).
 
Fajar Mengungkapkan, selama ini taman tersebut terkenal dengan para pedagang tahu gimbal dan jagung bakar. Menurut data, jumlah pedagang saat ini di sekitar kawasan Taman Indonesia Kaya ada 46 orang dan 28 pedagang jagung bakar. Dari jumlah tersebut, pihaknya akan merekap ulang guna memudahkan penataan pedang.
 
"Rencananya, shelter akan berada di sepanjang Jalan Pandanaran II hingga area sekitar taman. Para pedagang secepatnya akan ditata agar tidak semrawut. Untuk menyesuaikan dengan keberadaan Taman Indonesia Kaya yang telah direnovasi dengan baik," terangnya.

Terpisah, Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi menyebutkan, keberadaan pedagang akan menjadi PR bersama yang juga harus diselesaikan. Para pedagang di sekitar taman diminta untuk tidak khawatir karena tetap akan diperhatikan keberadaannya.
 
Selain itu, Hendi juga menyebutkan adanya penempatan jalur kendaraan dan parkir juga akan ditata. Hal tersebut dilakukan supaya tidak menghambat arus lalu lintas di kawasan sekitar. Hendi mengklaim akan melakukan penataan pedagang dengan baik.

"Untuk mewadahi masyarakat yang hendak berkunjung dan bermain di sekitar taman, maka parkir juga akan ditata. Apalagi kawasan sekitar merupakan jalan satu arah, jadi ruas jalan sedikit lebih lebar," pungkasnya.