• SELAMAT DATANG DI PORTAL PEMERINTAH KOTA SEMARANG
  • BE SMART CITY : Based on E-gov, Semarang More Accountable, Realistic and the Transparent City.
  • CyGoS (Cyber Government : Semarang) - Cyber Administration, Cyber Information, Cyber Public Service, Cyber Licensing, Cyber Marketing City, Cyber Planning, etc 

Terjang Larangan, Tak Peduli Risiko

 30-07-2018 08:14 WIB    by Admin    Dilihat: 245 kali Berita Kota
SEMARANG— Kondisi lalu lintas di Jalan KH Agus Salim dan Kauman cukup krodit. Badan jalan menyempit. Salah satu penyebabnya Pedagang Kaki Lima (PKL) yang nekat berjualan di jalur tersebut. Padahal kawasan tersebut larangan bagi PKL.

Mayoritas PKL tersebut merupakan pedagang Pasar Yaik yang seharusnya berjualan di tempat penampungan sementara di kawasan MAJT. Sosialisasi yang selama ini dilakukan oleh Pemkot Semarang rupanya tidak digubris para pedagang.

Hingga akhirnya, Petugas Satpol PP mengambil tindakan tegas dengan membongkar lapak dan kios di jalur tersebut.

 “Kawasan ini (Agus Salim) harusnya bebas dari PKL. Semestinya selama pembangunan pasar (Johar dan Yai) para pedagang berada di tempat relokasi, di kawasan MAJT. Tidak bisa berjualan di sini karena sangat menggangu lalu lintas,” kata Kabid Tibum dan Tranmas Satpol PP Kota Semarang Titis Sarwo Pramono, kemarin.

Sebelum melakukan pembongkaran, pihaknya telah menyampaikan surat peringatan kepada pedagang melalui pemangku wilayah, baik lurah maupun camat, sebanyak tiga kali. “Harusnya pedagang menaati aturan. Tapi ini justru tidak mengindahkan teguran. Apalagi banyak masyarakat yang merasa terganggu,” tandasnya.

Salah seorang pedagang, Suyatmi, 53, menyadari jika kawasan tersebut merupakan larangan PKL. Bahkan ia sudah mendapatkan surat dari kecamatan sebanyak tiga kali agar pindah ke kawasan MAJT. Ia tidak mau pindah karena di tempat relokasi sepi pembeli. Sehingga ia nekat berjualan di titik larangan meski tahu risikonya akan dibongkar.

“Kalau jualan di (kawasan) MAJT tidak ada pembelinya. Saya tahu jualan di sini (Jalan Agus Salim) penuh risiko. Tapi tetap saya jalani demi mendapat rezeki,” katanya.