• SELAMAT DATANG DI PORTAL PEMERINTAH KOTA SEMARANG
  • BE SMART CITY : Based on E-gov, Semarang More Accountable, Realistic and the Transparent City.
  • CyGoS (Cyber Government : Semarang) - Cyber Administration, Cyber Information, Cyber Public Service, Cyber Licensing, Cyber Marketing City, Cyber Planning, etc 

Kini ada Sistem Peringatan Dini Banjir Di Semarang

 31-07-2018 08:50 WIB    by Admin    Dilihat: 270 kali Berita Kota

SEMARANG - Setelah mendapatkan bantuan untuk membangun pembangkit listrik tenaga sampah dari Denmark, bantuan konverter bahan bakar gas untuk bus dari Jepang, bantuan supervisi pengendalian banjir dari Belanda, serta bantuan pengembangan wisata dari Tiongkok, kali ini perhatian kepada Kota Semarang datang dari Amerika melalui American Red Cross (Palang Merah Amerika).

 

Sebanyak 3 Kelurahan di Kota Semarang dikembangkam oleh American Red Cross menjadi wilayah percontohan sistem peringatan terhadap bencana, antara lain kelurahan Wonosari, Kalipancur, dan Bendan Duwur. Hal itu diungkapkan pada saat serah terima hasil kegiatan mitigasi Bencana tahap Awal (Maret 2017-Juli 2018) di Kelurahan Wonosari, Senin (30/7). 

 

Terkait hal tersebut Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada perwakilan American Red Cros dan masyarakat yang terlibat dalam project antisipasi bencana tersebut. Wali Kota Semarang yang juga akrab disapa Hendi tersebut menegaskan jika keterlibatan pihak luar dalam pengembangan Kota Semarang adalah implementasi konsep pembangunan Bergerak Bersama yang diusungnya. "Butuh banyak keterlibatan untuk mewujudkan Semarang Hebat", tegasnya.

 

Terkait persoalan kebencanaan, Wali Kota Semarang yang juga politisi PDI Perjuangan tersebut mengatakan jika dengan upaya Pemerintah Kota Semarang saat ini, sebagian wilayah sudah teratasi. Namun dirinya tidak memungkiri bahwa dari sebanyak 177 kelurahan di Kota Semarang, masih ada 58 kelurahan yang memiliki potensi rawan bencana.

 

"Maka apa yang diberikan American Red Cross ini sejalan dengan harapan kita untuk mengatasi potensi bencana di Semarang, terutama terkait bencana banjir", tutur Hendi. "Dan ini menarik, karena sebagai wilayah yang dijadikan percontohan, Kota Semarang memiliki tanggung jawab untuk melakuka  transfer knowledge yang bermanfaat bagi lainnya", lanjutnya.

 

Salah satu bantuan yang diberikan American Red Cross kepada Kota Semarang sendiri adalah 10 alat pendeteksi banjir yang dapat mengeluarkan sirine untuk memperingatkan masyarakat. Melalui sistem peringatan dini terhadap datangnya banjir tersebut, masyarakat dapat meminimalisir kerugian yang mungkin ditimbulkan.

 

Perwakilan American Red Cross, Merry Turnip Saragih mengemukakan bahwa program koalisi kota tangguh yang didukung oleh USAID, CDTC, dan PMI ini diimplementasikan bagi dua kota yaitu kota Semarang dan Ternate.

 

“Tujuannya untuk membuat suatu model atau contoh bagaimana permasalahan di sebuah kota dapat diselesaikan melalui koalisi kota tangguh. Semua ini dilakukan tidak hanya oleh pemerintah melainkan juga dibantu oleh masyarakat,” ujar Merry.

 

Menurutnya Semarang memiliki banyak keistimewaan di antaranya masuk ke dalam 100 Kota Tangguh di dunia. Melalui program ini ia yakin akan mendukung status tersebut.

 

Pada implementasinya tiga kelurahan di Kota Semarang memperoleh bantuan total dana sebesar 1,7 miliar. Dana tersebut dimanfaatkan untuk pelatihan regional dalam meningkatkan kesadaran dan kesiap-siagaan menghadapi bencana, sosialisasi, diseminasi dan kampanye tentang Kota Semarang Tangguh melalui berbagai media dan sekolah.