• SELAMAT DATANG DI PORTAL PEMERINTAH KOTA SEMARANG
  • BE SMART CITY : Based on E-gov, Semarang More Accountable, Realistic and the Transparent City.
  • CyGoS (Cyber Government : Semarang) - Cyber Administration, Cyber Information, Cyber Public Service, Cyber Licensing, Cyber Marketing City, Cyber Planning, etc 

Tekan Penyakit Kronis Dengan Gerakan Madosi Germas

 07-08-2018 07:38 WIB    by Admin    Dilihat: 401 kali Berita Kota
SEMARANG - Tingginya angka pengidap penyakit kronis atau penyakit tidak menular (PTM) seperti stroeke, jantung, kanker, diabetes, secara tidak langsung membebani anggaran negara karena pengobatannya menggunakan Jaminan Kesehatan Nasional. PTM sendiri kini menyerang berbagai kalangan maupun tingkatan usia. Penyebab utamanya adalah gaya hidup tidak sehat.
 
Stikes Widya Husada perguruan tinggi yang mencetak lulusan dibidang kesehatan, menggandeng Puskesmas Lebdosari Semarang untuk melakukan kegiatan mencari dan mensosialisasikan gerakan masyarakat hidup sehat atau Madosi Germas di Halaman Museum Ranggawarsita Semarang, Minggu (5/8) kemarin. Dalam acara tersebut juga dilakukan berbagai kegiatan, seperti pemeriksaan kesehatan gratis.
 
Ketua Stikes Widya Husada, Dr. Hargianti Dini Iswandari, drg, MM mengatakan jika berbagai penyakit kronis TPM atau penyakit menular, menjadi tanggungan negara diera JKN. Padahal untuk mencegah penyakit tersebut caranya cukup mudah, hanya dengan melakukan gaya hidup sehat. "Saat ini pelayanan kesehatan didominasi pada pembiayaan lanjutan dibandingkan tingkat dasar. Artinya berbagai penyakit kronis menjadi momok tersendiri," katanya kemarin.
 
Hargianti menerangkan, sampai sekarang dilapangan masih banyak ditemukan penyakit menular seperti ispa, diare hingga tubercolosis. Penyakit ini sendiri secara langsung menurunkan produktivitas sumber daya manusia hingga menurunkan kwalitas generasi bangsa. "Padahal usia penderita banyak yang masih usia produktif, tentu saja akan menurunkan produktivitas," ucapnya.
 
Germas sendiri merupakan tindakan sistematis untuk menggugah kesadaran, kemauan dan kemampuan berperilaku sehat. Salah satunya adalah gerakan jambanisasi atau tidak buang hajat sembarangan. Hidup sehat sendiri, harus dimulai dari tingkat keluarga yang merupakan tempat pembentukan karakter dan kepribadian. "Untuk itu kami mensosialisasikan secara langsung dengan turun kelapangan, harapannya tentu untuk menggugah kesadaran masyarakat agar mau melakukan gaya hidup sehat," tambahnya.
 
Sementara itu, Kepala Puskesmas Lebosari, dr. Umi menambahkan, gaya hidup sehat selain tidak merokok, tidak mengkonsumsi, dan menggunakan jamban adalah melakukan olahraga rutin, mengkonsumsi buah dan sayur dan memeriksakan kesehatan secara rutin. "Dengan Germas ini, bebagai penyakit bisa dicegah bahkan diputus rantai penyakitnya. Perlu ada kesadaran masyarakat yang harus ditingkatkan untuk melakukan gaya hidup sehat," ujarnya.
 
Dirinya berharap dengan meningkatnya partisipasi masyarakat untuk melakukana gaya hidup sehat,nantinya akan ada dampak positif yakni meningkatnya produktivitas dan mengurangi beban negara yang digunakan sebagai pembiayaan kesehatan tingkat lanjut.