• SELAMAT DATANG DI PORTAL PEMERINTAH KOTA SEMARANG
  • BE SMART CITY : Based on E-gov, Semarang More Accountable, Realistic and the Transparent City.
  • CyGoS (Cyber Government : Semarang) - Cyber Administration, Cyber Information, Cyber Public Service, Cyber Licensing, Cyber Marketing City, Cyber Planning, etc 

Hendi: Kirab Laksamana Cheng Ho Jadi Ikon Kerukunan Beragama Kota Semarang

 13-08-2018 09:08 WIB    by Admin    Dilihat: 128 kali Berita Kota
SEMARANG- Ribuan umat Tri Dharma (Budha, Konghucu dan Tao) mengikuti kirab budaya memperingati kedatangan Laksamana Cheng Ho atau Sam Poo Tay Djien ke-613 di Kuil Sam Poo Kong, Minggu (12/8). Umat yang datang dari berbagai kota di Tanah Air ini, berjalan kaki dari Kelenteng Tay Kak Sie di Jl. Gang Lombok menuju Kelenteng Gedung Batu Jl. Simongan.
 
''Antusiasme umat yang ikut kirab ini luar biasa, banyak yang datang dari luar kota hanya untuk mengikuti prosesi jalan kaki menuju Gedung Batu.'' ungkap Ketua Panitia, Yoe Yoe Hok di sela-sela acara.
 
Sementara wali kota Semarang, Hendrar Prihadi saat hadir dalam kegiatan tersebut memberikan apresiasi dan menyebut kirab ini sebagai bagian dari simbol kerukunan umat beragama di kota Semarang. "Semakin hari penyelenggaraan event ini semakin menarik dan semakin lebih baik. Sekitar ratusan ribu orang berkumpul untuk menyaksikan  kirab ini", ujar Hendi sapaan akrab wali kota. Rombongan panjang sekitar 1 Km ini berangkat dari Jl. Gang Lombok tepat pukul 05.00. Adapun rute yang dilewati yakni Jl. Wotgandul, Jl. Kranggan, Jl. Depok, Jl. Pemuda, Jl. Mgr Soegiyopranoto, Jl. Bojong salaman dan Jl. Simongan. Di sepanjang perjalanan rombongan disambut warga yang berdiri di pinggir jalan.
 
Rombongan terdepan diisi pembawa bendera merah putih, kemudian tokoh budaya Tionghoa seperti Dewi Kwan Im dan tokoh lain yang ada dalam kisah Kera Sakti. Kemudian, grup kesenian Liong dan Barongsai dari Naga Doreng, selanjutnya kimsin (patung) beberapa dewa, termasuk patung Laksama Chengho. 
 
Yoe Yoe Hok menjelaskan, prosesi ini untuk memberikan penghormatan kepada arca Laksamana Cheng Ho yang ada di Kelenteng Gedung Batu. Sementara arca dari kelenteng Tay Kak Sie ini merupakan replika. ''Istilahnya, kimsin Sam Poo Tay Djien di Kelenteng Besar Tay Kak Sie ''Disowankan'' ke arca asli. Ritual seperti ini sudah berlangsung sudah puluhan bahkan ratusan tahun dan akan terus kami lestarikan,'' jelasnya.
 
Sesampainya di Klenteng Sam Po Kong sekitar pukul 08.00, umat melakukan upacara sembahyang bersama. Kemudian pukul 12.00 rombongan pulang ke Kelenteng Tay Kak Sie dan mampir ke beberapa Klenteng yang ada di kawasan Pecinan Semarang.
 
Pelaksana acara kirab Hindarto, menjelaskan, filosofi dari digelarnya kirab budaya ini untuk mengenang Laksamana Cheng Ho sebagai tokoh yang sangat disegani kala itu. ''Kegiatan ini diharapkan membawa berkah bagi seluruh umat terutama untuk kesejahteraan keluarga dan kelancaran dagang serta pemersatu seluruh umat,'' jelasnya.
 
Dalam berbagai literasi disebutkan bahwa Cheng Ho adalah seorang muslim dan termasuk berjasa menyebarkan agama Islam di tanah Jawa. Namun masyarakat Tionghoa tetap menghormatinya dan selalu memperingati kedatangan setiap tahun.
 
Laksamana Cheng Ho ternama pada masa Dinasti Ming. Kala itu ia dipercaya memimpin armada laut Tiongkok mengarungi penjuru dunia. Misinya untuk diplomasi perdamaian, dagang dan bertukar kebudayaan.