• SELAMAT DATANG DI PORTAL PEMERINTAH KOTA SEMARANG
  • BE SMART CITY : Based on E-gov, Semarang More Accountable, Realistic and the Transparent City.
  • CyGoS (Cyber Government : Semarang) - Cyber Administration, Cyber Information, Cyber Public Service, Cyber Licensing, Cyber Marketing City, Cyber Planning, etc 

Zonasi Hilangkan Persaingan Tak Sehat

 14-08-2018 07:46 WIB    by Admin    Dilihat: 416 kali Berita Kota
SEMARANG - Pemberlakuan zonasi barang dagangan diterapkan di Pasar Sampangan. Zonasi ini diterapkan guna menghindari persaingan tak sehat di antara pedagang. Di sisi lain, penerapan zonasi tersebut akan memudahkan pembeli dalam memilih barang.

Penerapan zonasi ini dilakukan Dinas Perdagangan Kota Semarang setelah mendapat keluhan dari para pedagang sembako di lantai dua. Keluhan tersebut muncul lantaran di lantai basement juga terdapat pedagang sembako.

Padahal, lantai tersebut dikhususkan bagi pedagang bumbon, buah-buahan, dan aksesoris. Zonasi ini memberikan kesempatan akses yang sama kepada pedagang, sehingga akan bersaing secara sehat dan menjaga kualitas barang dagangannya.

“Kalau tidak begitu (zonasi), pedagang akan merasakan kecemburuan. Misalnya saja, jika ada pedagang sembako di bawah ada kemungkinan pembeli tidak mau naik ke atas. Padahal zonasi sembako ada di lantai dua di Pasar Sampangan. Justru dengan zonasi, kami mencoba menghilangkan persaingan yang tidak sehat di antara pedagang,” ungkap Kepala Dinas Perdagangan Kota Semarang, Fajar Purwoto, saat dikonfirmasi, Senin (13/8).

Fajar mengatakan, Pasar Sampangan telah diatur dengan menempatkan pedagang konveksi dan kelontong di lantai 1, lantai 2 untuk pedagang sembako dan daging. Sementara di lantai 3 dikhususkan bagi pedagang kuliner.

“Zonasi pedagang juga telah dikomunikasikan melalui Paguyuban Pedagang dan Jasa Pasar (PPJP) Rayon Pasar Sampangan,” tukasnya dia.

Terpisah, Kepala Pasar Sampangan, Supana mengungkapkan, proses penertiban dilakukan bagi 12 pedagang di basement. Belasan pedagang tersebut dilaporkan lantaran menjual dagangannya diluar ketentuan zonasi yang disepakati. Misalnya berjualan minyak goreng, gula, dan sayur-sayuran.

“Untuk lantai tiga, baru saja ditempati pedagang kuliner pada 16 Juli. Sudah ada konsumen yang datang namun karena masih baru jadi belum ramai. Mudah-mudahan nantinya ini akan menarik perhatian pengunjung yang ingin menikmati kuliner di Pasar Sampangan. Beberapa jenis kuliner yang tersedia antara lain seperti soto, bakso, sate kambing, gado-gado, penyetan, dan minuman,” jelasnya.