• SELAMAT DATANG DI PORTAL PEMERINTAH KOTA SEMARANG
  • BE SMART CITY : Based on E-gov, Semarang More Accountable, Realistic and the Transparent City.
  • CyGoS (Cyber Government : Semarang) - Cyber Administration, Cyber Information, Cyber Public Service, Cyber Licensing, Cyber Marketing City, Cyber Planning, etc 

Wali Kota Hendi Turun Tangan Atasi Kekeringan Di Semarang

 15-08-2018 07:36 WIB    by Admin    Dilihat: 669 kali Berita Kota

SEMARANG - Datangnya musim kemarau membuat beberapa wilayah di Kota Semarang kesulitan mendapatkan air bersih salah satunya di Kelurahan Tandang, Kecamatan Tembalang, Kota Semarang. Hal terebut seperti yang diungkapkan oleh Lurah Tandang, Suwito saat berkeliling bersama Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi di Kampung Banteng, RT 01, RW 10 Tandang, Selasa (14/8).

Menurut Suwito setidaknya ada sekitar 50 sampai 60 rumah di Keluraha Tandang yang mengalami kesulitan air bersih. Terutama untuk rumah-rumah yang belum dialiri oleh air PDAM. Dengan kondisi tersebut, praktis warga di Tandang hanya mengandalkan pasokan air dari daerah terdekat yang teraliri air yaitu di Kelurahan Jangli, Kecamatan Tembalang, Kota Semarang.

Suwito mengungkapkan jika permasalahan kekeringan tersebut salah satunya disebabkan oleh warga yang belum mau menggunakan jasa PDAM Tirta Moedal Kota Semarang. “Warga sini belum pada mau mendaftar untuk dipasang aliran air dari PDAM, jadi PDAM belum bisa menjangkau daerah ini", jelas Lurah Tandang tersebut. "Selama ini warga masih menggunakan sumur", lanjutnya.

Terkait tersebut, Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi terlihat menaruh perhatian penting terhadap kondisi wilayah Tandang saat ini. Bahkan Hendi, biasa akrab disapa Wali Kota Semarang tersebut menegaskan akan melakukan pembangunan sumur artesis untuk warga. Hal itu dirasa penting untuk dilakukannya agar persoalan kekeringan di Kelurahan Tandang tersebut tidak terus berulang.

“Pembangunan di Kelurahan Tandang terus kita upayakan, jalan yang semula jelek saat ini sudah baik. Tapi meskipun begitu masih ada permasalahan yang belum terselesaikan, yaitu terkait ketersediaan air bersih. Untuk itu saya putuskan untuk melakukan pembangunan sumur artesis di Tandang,” tegas Hendi.

Sumur artesis sendiri adalah sebuah sumur yang memiliki kedalaman lubang yang lebih dalam dari pada sumur biasa, yang dikenal dengan istilah deep well. Biasanya proses penggalian sumur ini memerlukan beberapa alat pengeboran yang lebih canggih.

“Diusahakan akhir Agustus ini akan mulai dibangun, akhir September semoga bisa selesai pengerjaan, sehingga di Oktober nanti sudah dapat bermanfaat untuk masyarakat,” ujar Hendi.

Hendi sendiri menjelaskan bahwa kasus seperti ini bukan hanya terjadi di satu tempat saja, untuk itu dirinya sangat mengharapkan jika akan ada pihak-pihak yang berpartisipasi dalam penanganan permasalahan tersebut. “Memang ini dominan urusan pemerintah karena Pemerintah adalah penyelenggara negara, namun apabila ada campur tangan dari seluruh pihak pembangunan Semarang akan berjalan lebih cepat,” pungkasnya.