• SELAMAT DATANG DI PORTAL PEMERINTAH KOTA SEMARANG
  • BE SMART CITY : Based on E-gov, Semarang More Accountable, Realistic and the Transparent City.
  • CyGoS (Cyber Government : Semarang) - Cyber Administration, Cyber Information, Cyber Public Service, Cyber Licensing, Cyber Marketing City, Cyber Planning, etc 

BPJS Kesehatan Kota Semarang Bayar Tagihan 20 RS, Rp, 139 Miliar.

 27-09-2018 07:26 WIB    by Admin    Dilihat: 399 kali Berita Kota
SEMARANG - Pasca mendapatkan dana talangan dari Kementerian Keuangan sebesar Rp, 139 Miliar, BPJS Kesehatan Kota Semarang mengklaim sudah membayarkan semua tagihan dari rumah sakit.
 
Kepala BPJS Kesehatan Kota Semarang Bimantoro, saat dikonfirmasi wartawan menjelaskan sejumlah rumah sakit yang mengeluhkan belum terbayarkan tagihan dari BPJS Kesehatan telah salah tafsir, padahal sebelumnya sudah ada kesepakatan diantaran rumah sakit dengan BPJS terkait proses penagihan.
 
“Kalau pun ada tunggakan paling satu bulan, itu pun karena belum ada yang cocok dalam adimistrasinya sehingga kami tunda dulu. Kan memang sebelumnya ada kesepakatan diantara kami, pengajuan bulan juni, ya minimal juli per tanggal 15 sudah dapat diajukan baru kita bayarkan kalau sudah benar semua. Tapi kalau tagihan bulan juni diajukan baru bulan agustus ya jangan bilang telat beberapa bulan. Telatnya tetap Juni itu,”katanya Kamis (27/9/2018).
 
Ia menyebutkan ada 25 rumah sakit yang ditangani BPJS Kesehatan Kota Semarang 20 diantaranya sudah dibayar dan lima diantaranya memang belum, dalam hal ini proses pembayaran oleh BPJS menunggu pengajuan dari rumah sakit.
 
“Kalau telat membayar kami justru yang rugi, dendanya 1 persen perbulan, makanya kami terus berupaya membayarnya tepat waktu. Memang kami ada masukan agar para rumah sakit dapat pinjem ke bank dulu karena bunganya murah bisa dibayarkan dari bunga yang kami bayarkan nanti. Silahkan saja, bagi yang kepepet,” ujarnya.
 
Lebih lanjut, Bimantoro menambahkan ada beberapa penyebab terkait kendala pendanaan di BPJS, selain ketidakcocokan pada penghitungan premi dengan aktual, masihbanyaknya peserta BPJS Kesehatan yang belum bayar juga menjadi kendala.
 
“Saat ini untuk kota Semarang tunggakan peserta bukan penerima upah mencapai Rp, 55 miliar sedangkan di wilayah Kab. Demak mencapai Rp, 18 miliar, sehingga masyarakat kami minta untuk dapat membayarkan iuran BPJS Kesehatan tepat waktu,”himbaunya.