• SELAMAT DATANG DI PORTAL PEMERINTAH KOTA SEMARANG
  • BE SMART CITY : Based on E-gov, Semarang More Accountable, Realistic and the Transparent City.
  • CyGoS (Cyber Government : Semarang) - Cyber Administration, Cyber Information, Cyber Public Service, Cyber Licensing, Cyber Marketing City, Cyber Planning, etc 

Hendi Tanggapi Mengenai Tunggakan BPJS Kesehatan

 01-10-2018 10:16 WIB    by Admin    Dilihat: 354 kali Berita Kota
Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi menyayangkan komentar miring dimedia massa yang dilakukan Kepala BPJS Kota Semarang tentang tunggakan premi iuran jaminan kesehatan UHC warga Semarang. Hal ini dikatakannya ketika ditemui diruang kerjanya, Jumat (28/9/2018) pasca banyaknya pemberitaan yang dinilainya menyudutkan pemerintah Kota Semarang
 
BPJS Kesehatan Minta Pemkot Semarang Lunasi Tunggakan Premi UHC Rp 11,9 M
 
“Saya Sudah konfirmasi dengan Pak Widoyono (Kepala Dinas Kesehatan Kota Semarang) ternyata yang bulan agustus sudah dibayar Rp, 5,5 miliar. Sedangkan yang bulan September jelas belum kami bayarkan karena bulannya saja belum selesai. Kemarin digembar gemborkan soal tunggakan pemkot semarang Rp 11,9 miliar selama dua bulan yakni Juli dan Agustus itu tidak benar,”tegasnya.
 
Pernyataan Kepala BPJS Kesehatan Kota Semarang Bimantoro ke media massa tentang tunggakan ini pun dinilai tida relevan dan justru membuat citra kota Semarang menjadi jelek dimasyarakat.
 
“Ini tidak masuk akal menurut saya, mereka bilang kita nunggak 11,9 M. Tapi mereka lupa jika di Rumah Sakit KMRT. Wongsonegoro yang notabene milik Pemkot Semarang mereka belum bisa bayar sekitar Rp 32 Miliar. Kalau dilihat neracanya kan mereka yang defisit ke kami. Eh kok ini malah bicara tidak masuk akal dimedia,” ujar Hendi sapaan akrab Wali Kota Semarang ini.
 
Ia juga menjelaskan sebelumnya telah membantu BPJS Kesehatan dalam hal ini memberikan pemahaman kepada beberapa rumah sakit yang mengadu ke pihaknya lantaran pengajuan tagihan ke BPJS Kesehatan belum terbayarkan sehingga menganggu operasional.
 
“Saya minta ke Rumah Sakit kalau memang ada yang terbayarkan dari BPJS, saya minta mereka tetap melayani mayarakat pengguna jaminan BPJS Kesehatan. Jangan sampai menolak. Masyarakat pun juga saya himbau untuk tidak khawatir, kalau mau ke rumah sakit berobat pakai BPJS tetap dilayani,”sebutnya.