• SELAMAT DATANG DI PORTAL PEMERINTAH KOTA SEMARANG
  • BE SMART CITY : Based on E-gov, Semarang More Accountable, Realistic and the Transparent City.
  • CyGoS (Cyber Government : Semarang) - Cyber Administration, Cyber Information, Cyber Public Service, Cyber Licensing, Cyber Marketing City, Cyber Planning, etc 

Semarang 98 persen ODF

 25-10-2018 13:08 WIB    by Admin    Dilihat: 422 kali Berita Kota
SEMARANG - Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah (Dinkes Jateng) melakukan Open Defecation Free (ODF) atau tidak buang air besar sembarangan ke wilayah Kota Semarang, Rabu (24/10). 
 
"Sebenarnya, proses verifikasi sudah dilakukan sejak Selasa (22/10) lalu tetapi baru verifikasi administrasi," ucap Danny Setiawan, Ketua Tim Verifikasi Dinkes Jateng. 
 
Kali ini, tim Verifikasi Dinkes Jateng bersama dengan Dinkes Kota Semarang dan beberapa OPD terkait kesehatan melakukan tinjauan langsung ke 451 rumah warga untuk mengecek bahwa kota Semarang sudah melakukan ODF. 
 
Jumlah tersebut tersebar di delapan kelurahan diantaranya  Kelurahan Mangunharjo, Kecamatan Tugu; Kelurahan Tinjomoyo, Kecamatan Banyumanik; Kelurahan Lempongsari, Kecamatan Gajahmungkur; Kelurahan Randusari, Kecamatan Semarang Selatan; Kelurahan Rowosari, Kecamatan Tembalang; Kelurahan Kranggan, Kecamatan Tembalang; Kelurahan Terboyo Wetan Kecamatan Genuk; dan Kelurahan Kemijen Kecamatan Semarang Timur. 
 
"Kami mengambil delapan kelurahan tersebut sebagai sampling, tidak dilakukan keseluruhan," imbuh Danny. 
 
Dia menerangkan, dari total 451 KK yang diamati, 420 KK telah memiliki jamban sehat, 45 KK tidak memiliki jamban namun tidak melakukan buang air besar sembarangan lantaran mereka sharing dengan tetangga ataupun menggunakan toilet umum yang ada di lingkungan rumahnya. Sementara, ada satu KK di Kelurahan kemijen yang masih belum melakukan ODF atau masih buang air besar sembarangan. 
 
Danny menilai, hasil verifikasi tersebut cukup bagus lantaran hanya satu KK saja yang masih buang air besar sembarangan. 
Dia mengapresiasi kerja yang sangat luar biasa dari suruh pihak yang terkait yang telah mewujudkan Kota Semarang menjadi kota yang ODF.
 
"Jadi kalau dipresentase, Kota Semarang 1,75 persen yang masih belum ODF. Ini cukup bagus," sambungnya. 
 
Terkait KK yang belum ODF tersebut, Danny menyarankan untuk sementara sharing atau menumpang terlebih dahulu kepada saudara atau tetangga sekitar dan meminta dinas terkait untuk segera turun tangan melakukan pembangunan jamban bagi KK yang belum ODF. 
 
"Mudah-mudahan dalam waktu 2x24 jam, langsung dibuatkan jamban dan kami menerima hasil perbaikannya," harapnya. 
 
Danny pun memberikan pesan kepada warga Kota Semarang untuk selalu menjaga kebersihan jamban, selalu menyediakan sabun untuk cuci tangan usai buang air, dan mencuci pampers sebelum dibuang. 
 
Sementara, Kepala Dinkes Kota Semarang, Widoyono, mengatakan, pihaknya akan segera melakukan tidakan terkait satu KK yang masih belum ODF. Dia memastikan akan segera membangun jamban bagi KK tersebut tidak sampai 2x24 jam. 
 
"Nanti akhir November kami lakukan deklarasi bahwa Kota Semarang sudah ODF," lanjutnya. 
 
Tak hanya pada saat verifikasi, kata Widoyono, pihaknya terus melakukan monitoring secara rutin agar warga selalu melakukan ODF. Sanitasi jamban juga tetap dianggarkan lantaran saat ini kepemilikan jamban belum 100 persen. 
 
"Kami tetap pantau terus, monitor terus seperti penyediaan sabun di jamban, pembuangan sampah dan limbah rumah tangga. Kami tetap melakukan perbaikan-perbaikan jamban," tuturnya.