• SELAMAT DATANG DI PORTAL PEMERINTAH KOTA SEMARANG
  • BE SMART CITY : Based on E-gov, Semarang More Accountable, Realistic and the Transparent City.
  • CyGoS (Cyber Government : Semarang) - Cyber Administration, Cyber Information, Cyber Public Service, Cyber Licensing, Cyber Marketing City, Cyber Planning, etc 

SMA Negeri 6 Semarang Pelopori Sekolah Siaga Kependudukan

 08-11-2018 10:42 WIB    by Admin    Dilihat: 363 kali Berita Kota
SEMARANG - SMA Negeri 6 Semarang melaunching program Sekolah Siaga Kependudukan (SSK) dan Pojok Kependudukan yang diresmikan oleh Ahmad Taufik selaku Direktur Kerjasama Pendidikan Kependudukan BKKBN Republik Indonesia bertempat di Aula SMA Negeri 6 Semarang, Rabu (7/11).
 
SSK merupakan upaya memberikan wawasan kepada siswa - siswi agar mengetahui permasalahan kependudukan di Indonesia. Melalui SSK yang mengintegrasikan pendidikan kependudukan keluarga berencana kedalam beberapa mata pelajaran, dimana didalamnya terdapat pojok kependudukan sebagai salah satu sumber belajar siswa sebagai upaya pembentukan Generasi Berencana (Genre) yang peduli dengan fenomena kependudukan.
 
Asisten Administrasi Pemerintahan Sekda Kota Semarang Trijoto Sardjoko pada sambutannya mengatakan ini merupakan kegiatan yang penting untuk mempersiapkan generasi mendatang yang bisa di tata mulai dari sekarang. Beliau mengingatkan untuk berpedoman pada tagline Genre 033 yang memiliki arti nol / menghindari dari 3 hal yaitu penggunaan narkotika, pergaulan seks bebas dan pernikahan usia dini. “Pacaran boleh tetapi kalau masih SMA ingat ada batasnya,” tutur Trijoto. 
Menurut Direktur Kerjasama Pendidikan Kependudukan BKKBN Republik Indonesia Ahmad Taufik menuturkan tujuan SSK adalah untuk mengkualitaskan anak bangsa. Para remaja harus memiliki tiga skill yaitu intelegensi, emosional dan religus serta life skill / keterampilan untuk menunjang kehidupan dimasa yang akan datang. 
"Sekarang sudah zaman disturbsi dimana semua inovasi - inovasi terganti dengan teknologi saat ini. “Sekarang sudah zamannya menciptakan pekerjaan bukan mencari pekerjaan. Melalui SSK ini kita bina anak - anak untuk memahami tentang kependudukan, menyiapkan generasi - generasi berencana, menyiapkan keluarga - keluarga yang berencana, menyiapkan keluarga yang kecil dan berkualitas” ungkap Ahmad saat diwawancarai seusai acara.