• SELAMAT DATANG DI PORTAL PEMERINTAH KOTA SEMARANG
  • BE SMART CITY : Based on E-gov, Semarang More Accountable, Realistic and the Transparent City.
  • CyGoS (Cyber Government : Semarang) - Cyber Administration, Cyber Information, Cyber Public Service, Cyber Licensing, Cyber Marketing City, Cyber Planning, etc 

Hendi Ingin RSUD dan PDAM Bisa Lebih Akuntabel

 14-11-2018 09:27 WIB    by Admin    Dilihat: 410 kali Berita Kota
SEMARANG - Selasa (13/11) Dalam rangka mengoptimalkan pengelolaan air bersih dan pelayanan kesehatan, dilakukan penandatanganan MoU antara PD Perpamsi Jawa Tengah dan Arsada Wilayah Jawa Tengah dengan perwakilan BPKP Provinsi Jawa Tengah dan D.I Yogyakarta, di Ruang Loka Krida Gedung Moch Ichsan balaikota Semarang, Selasa (13/11).
 
Dalam kaitannya dengan tema besar MoU tersebut, Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) dan Rumah Sakit Daerah (RSD) memiliki peran strategis dalam mendukung misi Pemerintah Daerah di bidang pelayanan kebutuhan dasar bagi masyarakat di bidang penyediaan air bersih dan pelayanan kesehatan.
 
Sebagai tuan rumah, Wali kota Semarang Hendrar Prihadi memberikan apresiasi terkait dilakukannya penandatanganan MoU tersebut. Menurutnya persoalan air bersih dan kesehatan menjadi isu penting di negara Indonesia begitu pula dengan di Kota Semarang.
 
“Pada tahun 2019 telah dicanangkan program 100-0-100. Yaitu 100 persen akses air minum untuk warga, 0 persen wilayah kumuh, dan  100 persen sanitasi yang baik. Dengan mengimplementasikan hal tersebut ujungnya adalah terpenuhinya kebutuhan air bersih dan kesehatan,” ujar Hendi sapaan akrab wali kota.
 
Menurutnya, PDAM sebagai perusahaan milik daerah atau kekayaan daerah yang dipisahkan, dapat diibaratkan sebagai 2 sisi mata uang, di satu sisi dituntut memberikan pelayanan yang baik bagi masyarakat, di sisi lain diharapkan memberikan kontribusi bagi Pendapatan Asli Daerah (PAD).
 
Sedangkan Rumah Sakit Daerah di Jawa Tengah yang pada umumnya telah menerapkan Pola Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum Daerah (PPK-BLUD), merupakan bagian dari Organisasi Perangkat Daerah yang diberi keleluasaan (fleksibilitas) dalam mengelola sumber dayanya sehingga diharapkan dapat meningkatkan pelayanan kesehatan begi masyarakat.
 
Tercatat PDAM Tirta Moedal meskipun sempat mengalami krisis terkait tingginya nilai hutang dibandingkan nilai aset yang dimilikinya, namun saat ini perlahan sudah menunjukkan perkembangan yang signifikan. Perusahaan penyedia air minum di Kota Semarang tersebut saat ini sudah dapat memberikan kontribusi bagi Pendapatan Asli Daerah Kota Semarang.
 
Sedangkan RSUD KRMT Wongsonegoro merupakan rumah sakit tipe B yang dijadikan tempat jujukan masyarakat untuk berobat saat ini sudah cukup optimal dalam memenuhi kebutuhan pelayanan kesehatan masyarakat.
 
Pihaknya mengakui bahwa dengan adanya problematika tentang kebutuhan air bersih, PDAM dituntut untuk menyediakan air bersih bagi masyarakat namun disisi lain saat ini air sudah tidak murah lagi dikarenakan faktor alam dan meningkatnya jumlah manusia. 
 
“Untuk itu diperlukan kreatifitas dan inovasi yang harus dilakukan oleh jajaran direksi PDAM. Ini diperlukan manajemen yang baik, Direksi PDAM beserta jajarannya perlu bekerja keras untuk meningkatkan kinerja pelayanan kepada masyarakat agar tidak menjadi persoalan di kemudian hari,” tutur Hendi.
 
Melalui penandatanganan ini diharapkan dapat menghasilkan jalan keluar yang baik agar dapat mengatasi persoalan air bersih dan kesehatan, muaranya akan tercipta peningkatan tata kelola menuju Good Corporate Governance, khususnya pada Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) dan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) se-Provinsi Jawa Tengah.