• SELAMAT DATANG DI PORTAL PEMERINTAH KOTA SEMARANG
  • BE SMART CITY : Based on E-gov, Semarang More Accountable, Realistic and the Transparent City.
  • CyGoS (Cyber Government : Semarang) - Cyber Administration, Cyber Information, Cyber Public Service, Cyber Licensing, Cyber Marketing City, Cyber Planning, etc 

SMSI Sebarkan Kesadaran Jurnalisme Ramah Pariwisata

 26-11-2018 07:53 WIB    by Admin    Dilihat: 90 kali Berita Kota
SEMARANG - Berada di titik cincin api bumi, letak geografis Indonesia rentan akan bencana alam. Banyaknya bencana alam yang terjadi memicu pemberitaan miring yang sering kali merugikan pasar pariwisata Indonesia. Kondisi ini menjadi perhatian penting Kementerian Pariwisata (Kemenpar) untuk meluruskan informasi bahwa Indonesia tetap aman untuk dikunjungi.
 
Terkait hal tersebut, Kementerian Pariwisata (Kemenpar) menggelar “Focus Group Discussion (FGD) “Pencanangan Gerakan Jurnalisme Ramah Pariwisata” di Aston Semarang Hotel & Convention Center, Sabtu (24/11).
 
FGD di Semarang ini diisi oleh empat narasumber berkompeten yakni: Anggota Komisi B DPRD Jawa Tengah H. Ferry Firmawa, Kepala Disporapar Jawa Tengah Urip Sihabudin, Ketua DPD Asita Jawa Tengah Joko Suratno dan Ketua PWI Jawa Tengah Amir Mahmud.
 
Acara dibuka oleh Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Jawa Tengah mewakili Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo. Hadir pula kepala Biro Komunikasi Publik Kementerian Pariwisata Guntur Sakti dan Staf Khusus Bidang Komunikasi Kemenpar Don Kardono.
 
Acara yang banyak mengundang para jurnalis ini nantinya diharapkan mampu memerangi hoax, terutama saat Indonesia dilanda bencana. Banyak media yang tak jarang kebablasan menyebarkan berita yang tidak sesuai fakta hoax demi mengejar rating, impresi, viewer , pembaca, pendengar, pemirsa.
 
Hal ini didukung penuh oleh ketua Serikat Media Siber Indonesia (SMSI)  Auri Jaya untuk tetap menciptakan pemberitaan yang positif.
 
"Pemberitaan positif dengan kondisi geografis Indonesia saat ini menuntut jurnalisme yang ramah pariwisata. Ini akan membantu citra baik Indonesia karena berita yag keliru itu cepat menyebar. Dengan adanya crisis centre diharapkan pemberitaan negatif tentang bencana di Indonesia bisa dicegah. Image pariwisata tidak terpuruk, disini SMSI berperan sebagai pelopor dibentuknya pecanangan jurnalisme pariwisata." terang Auri Jaya.