• SELAMAT DATANG DI PORTAL PEMERINTAH KOTA SEMARANG
  • BE SMART CITY : Based on E-gov, Semarang More Accountable, Realistic and the Transparent City.
  • CyGoS (Cyber Government : Semarang) - Cyber Administration, Cyber Information, Cyber Public Service, Cyber Licensing, Cyber Marketing City, Cyber Planning, etc 

Hendi & Bawaslu Tegaskan ASN Tak Perlu Takut Kumpulkan Masyarakat

 29-11-2018 08:22 WIB    by Admin    Dilihat: 199 kali Berita Kota
SEMARANG - Memasuki masa kampanye pileg dan pilpres 2019 yang telah dimulai dari tanggal 23 September 2018 hingga 13 April 2019 muncul fenomena adanya keengganan aparatur sipil negara (ASN /PNS) untuk terlibat aktif dalam kegiatan-kegiatan kemasyarakatan. Hal tersebut terjadi karena adanya kekhawatiran dari ASN bahwa dirinya akan disangkakan terlibat dalam politik praktis oleh pihak-pihak tertentu. Padahal bila melihat jumlahnya yang tidak sedikit, ASN dengan jalur birokrasi yang dimiliki memiliki peran strategis dalam meningkatkan partisipasi pemilih. Hal tersebut terungkap dalam sebuah diskusi yang digelar oleh Pemerintah Kota Semarang di Balaikota Semarang, bertajuk "Sukseskan Pileg dan Pilres 2019 dalam Suasana yang Aman, Damai dan Sejuk", Rabu (28/11).
 
Terkait hal tersebut, Koordinator Divisi Pengawasan, Humas dan Hubungan antar Lembaga Bawaslu Kota Semarang, Nining Susanti menegaskan jika ASN tidak perlu takut untuk berkumpul dengan masyarakat. Dirinya bahkan menegaskan bahwa Bawaslu bertugas mengawasi, bukan mencari-cari kesalahan. "Pak Camat, Bu Camat, Pak Lurah, Bu Lurah tidak usah takut berkumpul dengan masyarakat, karena kalau ada Bawaslu yang sampai menghalang-halangi, kami justru akan terkena sanksi oleh DKPP," yakin Nining. "Kalau tidak ada alat peraga kampanye, tidak ada ajakan untuk memilih salah satu calon, tidak usah khawatir ketika Bawaslu hadir di situ," tekannya.
 
Senada, Wali Kota Semarang, Hendar Prihadi juga berharap netralitas ASN tidak menjadi dalih untuk kemudian bersikap pasif dan acuh terhadap hajatan demokrasi yang sedang berlangsung pada seluruh wilayah di Indonesia tersebut. "Saya sekali mengulang apa yang dikatakan Bawaslu, bahwa sepanjang tidak mengkampanyekan seseorang itu tidak perlu khawatir dan takut. Sehingga kalau ada kegiatan dari DPR yang masih aktif atau Presiden yang masih aktif ya silahkan diikuti untuk bisa mendapatkan informasi terkini,"pungkas Hendi, sapaan akrab Wali Kota Semarang tersebut. "Memang ASN diminta untuk netral, tapi haru netral aktif. Maksudnya tidak memihak pada satu kepentingan politik, tetapi wajib membantu sosialisasi dengan mengarahkan masyarakat untuk berpartisipasi di tanggal 17 April 2019 pada pileg dan pilpres," tambahnya.
 
Adapaun selain Nining dan Hendi, dalam kegiatan tersebut hadir pula pengamat politik dari Universitas Diponegoro - Teguh Yuwono, mantan komisioner KPU Kota Semarang - Henry Wahyono, pengamat hukum Universitas Islam Sultan Agung Semarang - Jawade Hafidz, Komisioner KPU Kota Semarang - Novi Maria Ulfa, serta Ketua DPRD Kota Semarang - Supriyadi. Hadir pula seluruh kepala OPD, Lurah, Camat, dan perwakilan mahasiswa dari sejumlah universitas di Kota Semarang.
 
Dalam kesempatan tersebut juga tak lupa Supriyadi selaku Ketua DPRD Kota Semarang menghimbau kepada masyarakat untuk dapat berpartisipasi aktif dalam mendukung KPU Kota Semarang melakukan sosialisai pileg dan pilpres. "KPU memiliki anggaran sosialisasi yang harus didukung oleh masyarakat agar dapat lebih optimal," himbau Supriyadi.