• SELAMAT DATANG DI PORTAL PEMERINTAH KOTA SEMARANG
  • BE SMART CITY : Based on E-gov, Semarang More Accountable, Realistic and the Transparent City.
  • CyGoS (Cyber Government : Semarang) - Cyber Administration, Cyber Information, Cyber Public Service, Cyber Licensing, Cyber Marketing City, Cyber Planning, etc 

Urban Farming, di Tengah Kota Semarang

 20-12-2018 14:33 WIB    by Admin    Dilihat: 169 kali Berita Kota
SEMARANG - Kota Semarang sebagai salah satu kota metropolitan di pulau jawa.Memiliki lahan pertanian yang terbatas jika dibanding kabupaten/kota lain khususnya di Jawa Tengah. Tercatat luas lahan sawah yang ada di Kota Semarang 2.732 Hektar.
 
Dengan adanya rencana pembangunan jangka menengah daerah (rpjmd) Kota Semarang, setidaknya ada 4 wilayah yang ditargetkan menjadi daerah agro wisata, di sektor pertanian Seperti agro wisata purwosari, agro wisata plalangan, agro wisata cepoko dan agro wisata wates.
Tepatnya kali ini di Rumah Susun Bandarharjo, warga sudah memulai menerapkan system urban farming pertanian ditengah kota sejak  tahun 2018 awal , jelasnya Wahyu Permata Rusdiana kepala Dinas Pertanian Kota Semarang, kamis pagi (19/12/2018).
Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi mengatakan, dengan  urban farming atau pertanian perkotaan menjadi solusi alternatif yang terbaik dan bisa menjadiupaya penghijauan.
 
Urban farming  ini artinya, pengeluaran belanja rumah tangga bisa ditekan, karena tidak perlu lagi membeli cabai rawit, tomat, dan sayuran karena sudah tersedia di pekarangan serta dapat dengan mudah diperoleh ungkap Hendi sapaan akrab Wali Kota Semarang.
 
Melalui urban farming, lahan seluas apapun dengan kondisi apapun dapat diolah menjadi lahan yang produktif.
 
Salah satu sayuran yang telah berhasil dipanen adalah kembang kubis (koll) yang biasanya tumbuh di dataran tinggi dengan suhu udara dingin bisa ditanam di kota Semarang dengan metode hidroponik dan polibek, ungkap Wahyu Permata Rusdiana kepala Dinas Pertanian Kota Semarang.