• SELAMAT DATANG DI PORTAL PEMERINTAH KOTA SEMARANG
  • BE SMART CITY : Based on E-gov, Semarang More Accountable, Realistic and the Transparent City.
  • CyGoS (Cyber Government : Semarang) - Cyber Administration, Cyber Information, Cyber Public Service, Cyber Licensing, Cyber Marketing City, Cyber Planning, etc 

12.000 Warga Kota Semarang Belum Rekam e-KTP

 21-12-2018 07:32 WIB    by Admin    Dilihat: 122 kali Berita Kota

SEMARANG – Sebanyak 12.000 warga Kota Semarang belum melakukan perekaman KTP Elektronik (E-KTP). Hal itu diungkapkan Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kota Semarang, Adi Tri Hananto, usai melakukan giat pemusnahan E-KTP invalid, Rabu (19/12).

Menurutnya jumlah 12.000 tersebut merupakan sebagian kecil yakni hanya 2 persen dari total penduduk Kota Semarang.

“Total yang sudah melakukan perekaman sebesar 98 persen, masih ada sekitar 12.000 warga yang berdomisili di Kota Semarang yang belum melakukan perekaman,” katanya.

Adi mengungkapkan, bagi warga yang belum melakukan perekaman sampai akhir 2018 ini, datanya akan secara otomatis terblokir.

“Untuk usia 23 tahun keatas jika belum melakukan rekam E-KTP hingga akhir 2018  ini data kependudukan akan di non aktifkan . Akan tetepi jika sewaktu-waktu ingin diaktifkan, maka penduduk tersebut tinggal datang ke Kantor Disdukcapil Kota Semarang,” katanya.

Sementara untuk mengejar 12.000 penduduk yang belum melakukan perekaman, Adi mengungkapkan, pihaknya melakukan jemput bola dengan mendatangi sekolah-sekolah dan tempat tinggal warga.

“Tim kita terus melakukan blusukan untuk mendatangi warga yang belum melakukan perekaman. Termasuk sekolah dan rumah warga. Termasuk mendatangi warga yang tidak bisa kemana-mana karena faktor tertentu,” ungkapnya.

Selain itu, lanjut dia, pihaknya juga menggandeng pihak Kecamatan dan Kelurahan untuk memaksimalkan perekaman hingga akhir 2018 ini. Dengan begitu, maka target 100 persen perekaman pada akhir 2018 dapat tercapai.

“Target kami akhir 2018 ini seluruh penduduk Kota Semarang sudah melakukan rekam E-KTP, termasuk dalam hal distribusi E-KTP yang sudah jadi atau dicetak,” imbuhnya.