• SELAMAT DATANG DI PORTAL PEMERINTAH KOTA SEMARANG
  • BE SMART CITY : Based on E-gov, Semarang More Accountable, Realistic and the Transparent City.
  • CyGoS (Cyber Government : Semarang) - Cyber Administration, Cyber Information, Cyber Public Service, Cyber Licensing, Cyber Marketing City, Cyber Planning, etc 

Temuan DPRD Kota Semarang, Satu Kontraktor Kerjakan 7 Proyek

 21-12-2018 07:34 WIB    by Admin    Dilihat: 159 kali Berita Kota

SEMARANG – Ketua DPRD Kota Semarang Supriyadi mengatakan, molornya sejumlah pekerjaan di beberapa Organisasi Perangkat Daerah (OPD) diduga karena menangani banyak proyek pekerjaan.

“Ada temuan di mana satu kontraktor mengerjakan tujuh pekerjaan pada tahun 2018 ini. Ini melanggar Perpres 54 Tahun 2010 tentang Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah, dibatasi maksimal enam proyek pekerjaan,” katanya, Rabu (19/12).

Politisi PDI Perjuangan itu mengungkapkan, berdasarkan temuan yang diperoleh nama PT Mina Fajar Abadi yang berasal dari Aceh Timur merupakan perusahaan kontraktor yang menangani tujuh proyek pekerjaan.

“Kontraktor tersebut mengerjakan empat paket proyek di Dinas Penataan Ruang (Distaru), dua paket proyek di Dinas Pekerjaan Umum (DPU), dan satu paket proyek di RSUD KRMT Wongsonegoro,” jelasnya.

Dengan adanya tujuh pekerjaan yang dikerjakan satu kontraktor tersebut, lanjut Supriyadi, hal tersebut bisa jadi keteledoran dari Init Layanan Pengadaan (ULP). Namun bisa juga konspirasi bahwa kontraktor tersebut merupakan titipan.

“Dalam Perpres 54 tahun 2010 ada batasan diperbolehkanya satu kontraktor mengerjakan proyek pemerintah dalam satu tahun anggaran,” imbuhnya.

Sebelumnya Walikota Semarang Hendrar Prihadi mengancam melakukan blacklist terhadap perusahaan  kontraktor yang gagal menyelesaikan pekerjaannya tepat waktu.

“Jangan takut melakukan blacklist, karena masih banyak kontraktor kontraktor yang bagus di luar sana,” katanya.