• SELAMAT DATANG DI PORTAL PEMERINTAH KOTA SEMARANG
  • BE SMART CITY : Based on E-gov, Semarang More Accountable, Realistic and the Transparent City.
  • CyGoS (Cyber Government : Semarang) - Cyber Administration, Cyber Information, Cyber Public Service, Cyber Licensing, Cyber Marketing City, Cyber Planning, etc 

Pemkot Semarang Minta Masyarakat Bisa Lebih Paham Aturan Pengadaan Barang/Jasa

 21-12-2018 09:36 WIB    by Admin    Dilihat: 136 kali Berita Kota
SEMARANG - Pemerintah Kota Semarang dalam beberapa tahun terakhir mulai menunjukkan agresifitasnya dalam melakukan pembangunan Kota Semarang. Sejumlah project infrastruktur giat digarap untuk dapat meningkatkan kenyamanan masyarakat. Hal itu setidaknya tergambar oleh data kondisi jalan yang dikerjakan oleh Dinas Pekerjaan Umum Kota Semarang. Tercatat kondisi jalan baik yang semula pada tahun 2011 hanya sekitar 46%, mampu ditingkatkan menjadi 88,7% hingga tahun 2017. Hal tersebut tentu saja menjadi sebuat hal yang positif.
 
Namun di sisi lain, Pemerintah Kota Semarang oleh beberapa pihak dinilai tak jeli dalam mengerjakan sejumlah project infrastruktur. Bahkan ULP (Unit Layanan Pengadaan) dituding teledor karena menyalahi aturan yang tercantum dalam Perpres Nomor 54 Tahun 2010. Alasannya karena adanya kondisi dimana satu kontraktor mengerjakan hingga 7 project dalam satu tahun, padahal dalam aturan tersebut tertulis maksimal 6. Dicontohkanlah PT Mina Fajar Abadi sebagai pihak yang disebut sebagai perusahaan yang ada dalam kondisi tersebut.
 
Terkait hal tersebut, Kepala Bagian Layanan Pengadaan Kota Semarang, Moch Imron meminta untuk masyarakat dapat memahami aturan secara parsial, sehingga menimbulkan salah tafsir. Dirinya menegaskan jika tudingan tersebut tidak berdasar dikarenakan bila menilik kasus PT Mina Fajar Abadi, disebutkan jika merujuk aturan Perpres Nomor 54 Tahun 2010 bahkan perusahaan yang bersangkutan boleh mengerjakan hingga 13 project.
 
"Memang benar tertulis bahwa untuk usaha non kecil, nilai kemampuan paket yang ditentukan adalah 6 atau bernilai 1,2 dikali N," tutur Imron. "Nah N ini apa ? jelas tertulis bahwa N adalah merupakan variabel untuk jumlah paket terbanyak yang dapat ditangani pada saat bersamaan selama kurun waktu 5 tahun terakhir," jelasnya.
 
Secara lebih jelas Imron menjelaskan jika dalam kasus PT Mina Fajar Abadi ditetapkan N memiliki nilai 11 project, berdasarkan pengalaman perusahaan tersebut yang telah terverifikasi di Tahun 2017. "Maka penghitungannya adalah 1,2 dikalikan dengan 11, hasilnya adalah 13,2, atau perusahaan tersebut dimungkinkan mengerjakan pekerjaan sebanyak 13 paket di tahun 2018," jelasnya. "Saya rasa rumus ini yang harus kita pahami lagi untuk kemudian bisa kita awasi bersama" tegas Imron.