• SELAMAT DATANG DI PORTAL PEMERINTAH KOTA SEMARANG
  • BE SMART CITY : Based on E-gov, Semarang More Accountable, Realistic and the Transparent City.
  • CyGoS (Cyber Government : Semarang) - Cyber Administration, Cyber Information, Cyber Public Service, Cyber Licensing, Cyber Marketing City, Cyber Planning, etc 

Masuk Tahun Politik, Hendi Ingatkan Isu Agama Sensitif

 04-01-2019 08:10 WIB    by Admin    Dilihat: 96 kali Berita Kota

SEMARANG - Memasuki 2019 yang disebut sebagai tahun politik, Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi meminta kepada seluruh mayarakat untuk lebih peduli dalam menciptakan kerukunan antarumat beragama di Indonesia, khususnya Kota Semarang. Menurutnya isu agama merupakan persoalan yang sangat sensitif, sehinnga masyarakat diminta untuk tidak mengaitkan dan dimanfaatkan untuk kepentingan politik.

Hal itu diungkapkannya pada saat memimpin upacara Peringatan Hari Amal Bakti ke-73 Kementerian Agama (Kemenag) Republik Indonesia di Kantor Kementrian Agama Kota Semarang, Kamis (3/1/2019). Pada kesempatan tersebut Wali Kota Semarang yang akrab disapa Hendi itu meminta masyarakat untuk dapat menebarkan energi kebersamaan, guna merawat kerukunan. Dirinya juga mengingatkan agar setiap orang di dalam bermasyarakat dapat menempatkan dirinya menjadi bagian dari semua kelompok dan golongan.

“Segala ujaran, perilaku, dan sikap yang bisa menimbulkan luka bagi sesama saudara, mari kita hindari. Mari jauhi saling menebar benci, saling melempar fitnah keji, mari jauhi saling menyuburkan penyakit hati, dan mari jauhi saling melukai hati antar sesama anak negeri,” ujarnya.

Hendi menekankan, pembinaan toleransi dan kerukunan antar umat beragama, serta pengembangan moderasi beragama dan pembangunan akhlak bangsa, dirasa perlu disuarakan lebih nyaring di ruang-ruang publik. Toleransi beragama dapat dimaknai sebagai sikap menghormati dan menghargai atas perbedaan yang ada pada pihak lain.

Sementara moderasi beragama adalah upaya mewujudkan pemahaman dan pengamalan agama yang moderat, yang terhindar dari bentuk pemahaman dan praktek keagamaan yang berlebih-lebihan dan ekstrem.

Pesan tersebut juga ditujukan kepada seluruh masyarakat yang harapannya dapat merangkai, menjalin, dan merajut tenun kebangsaan yang bhinneka.

“Setiap kita haruslah menjadi teladan dalam kesederhanaan, kejujuran, dan keikhlasan dalam memberikan amal bakti bagi segenap warga negara tercinta. Sementara dalam tugas sehari-hari, setiap aparatur Kementerian Agama harus mampu menunjukkan nilai kinerja yang baik, kepemimpinan yang amanah, dan memberi kemudahan kepada masyarakat luas, untuk memperoleh akses pelayanan keagamaan secara akuntabel dan berkualitas,” imbuhnya.

Upacara dihardiri jararan cantor kementrian Agama, Forkompida, Majelis Agama, MUI, PGKS, Walubi, PHDI, Matakin, Muhammadiyah, Nahdatul Ulama, Takmir Masjid dan Pengurus Islamic Center.

Dalam kesempatan tersebut dipaparkan pula enam sasaran strategis program Kementerian Agama, diantaranya meningkatnya kualitas kehidupan umat beragama, meningkatnya harmoni sosial dan kerukunan umat beragama, meningkatnya kualitas pelayanan keagamaan, meningkatnya akses layanan pendidikan, meningkatnya mutu pendidikan agama dan keagamaan, dan peningkatan kualitas tatakelola pembangunan bidang agama.